Diusia 283 Tahun Muntok Kota Kaya Wisata, Belum Mampu Menopang PAD Babar

Kamis (7/9/2017) kemarin, kota Muntok genap berusia 283 tahun. Di usia yang terbilang mapan ini, Muntok banyak menyimpan cerita sejarah

Diusia 283 Tahun Muntok Kota Kaya Wisata, Belum Mampu Menopang PAD Babar
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Pesanggrahan Muntok atau Wisma Ranggam di Kota Muntok, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kamis (7/9/2017) kemarin, kota Muntok genap berusia 283 tahun. Di usia yang terbilang mapan ini, Muntok banyak menyimpan cerita sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Salah satunya gunung Menumbing yang merupakan tempat pengasingan proklamator Bung Karno dan Bung Hatta oleh Belanda pada tahun 1948 - 1949 di pulau Bangka.

Selain itu, Muntok juga banyak menyimpan situs dan bangunan bersejarah, seperti, Museum Timah, Mercusuar Tanjung kalian, Masjid Jamik dan Klenteng Kong Fuk Miau, Pesanggrahan Muntok,Rumah Mayor Cina, Batu Balai, Kuburan Keramat dan Teluk Inggris.

Tak hanya wisata sejarah, namun Muntok juga memiliki objek wisata pantai. Seperti pantai Batu Rakit, pantai Tanjung Kalian, pantai Radji, pantai Teluk Rubiah, pantai Tanjung Ular.

Namun banyaknya situs dan wisata peninggalan sejarah itu, belum mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dan menjadikan Muntok sebagai kota destinasi wisata andalan Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Suwito, tak menampik hal tersebut. Menurut Wito, sapaan akrab Suwito, peningkatan pariwisata tak semudah membalikkan telapak tangan.

Menurutnya perlu ada campur tangan semua pihak, dalam menunjang peningkatan pariwisata di Babar. Menurut Wito, sejauh ini PAD untuk sektor wisata hanya mengandalkan bukit Menumbing dan pantai Tanjung Rakit.

Namun dua objek wisata tersebut belum mampu mendongkrak PAD dan nama Muntok di kancah nasional dan internasional.

Menurut Wito, sejauh ini dua sektor pariwisata tersebut hanya mampu melebihi target PAD yang ditentukan sebelumnya sebesar Rp 20.000.000 pertahun.

"Memang peningkatan sektor pariwisata itu tak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan peran semua pihak. Sampai saat ini PAD sektor pariwisata ini masih minim. Tetapi sampai akhir agustus pencapaian target PAS itu meningkat 338 persen dari target 20 juta," ujar Wito kepada bangkapos.com, Jumat (8/9/2017) siang.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help