Suami PNS Cantik BNN Pandai Berkelit, Polisi Kesulitan Temukan Pistol untuk Menghabisi Sang Istri

Keterangan MA yang berbelit dan selalu berubah membuat kepolisian sulit menemukan barang bukti pistol yang digunakan untuk membunuh korban.

Suami PNS Cantik BNN Pandai Berkelit, Polisi Kesulitan Temukan Pistol untuk Menghabisi Sang Istri
KOLASE/TRIBUNNEWS.COM/INSTAGRAM/TRIBUNWOW.COM
Indria Kameswari dan AM suaminya yang diduga nekat membunuhnya. 

BANGKAPOS.COM, BOGOR - Pengusutan kasus tewasnya Indria Kameswari PNS cantik Badan Narkotika Nasional (BNN) terus dilakukan kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan mengaku belum menemukan pistol yang dipakai saat menembak Indria Kameswari.

Menurut Bimantoro, keterangan pelaku MA yang berbelit dan selalu berubah membuat kepolisian sulit menemukan barang bukti tersebut.

LIKE FACEBOOK BANGKA POS:

Tak hanya pelaku, polisi bahkan sudah memeriksa belasan saksi termasuk anak korban untuk menemukan senjata api itu.

"Sampai saat ini sudah 13 saksi yang kami periksa, termasuk anak korban yang masih dibawah umum dimintai keterangannya," ujarnya dilansir dari TribunnewsBogor.com, Jumat (8/9/2017).

Dari hasil pemeriksaan MA, kata Bimantoro, tersangka mengaku menyembunyikannya di rumah kontrakan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

"Kami sudah datangi rumah kontrakan pelaku yang berada di TKP, tapi belum ditemukan. Sebab keterangan tersangka juga selalu berubah-ubah," ungkapnya.

Rencananya, Jumat (8/9/2017) penyidik akan kembali memeriksa saksi tambahan dari pihak keluarga tersangka.

Namun, hingga siang ini belum terlihat kedatangan MT yang merupakan kakak dari tersangka.

Diperiksanya MT lantaran polisi menemukan KTP milik MT saat penangkapan MA di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Bahkan, tersangka MA pun memalsukan identitasnya saat pembelian tiket pesawat untuk terbang ke Batam dengan menggunakan identitas MT.

Kakak Diduga Bantu AM Melarikan Diri

Kakak tersangka pelaku pembunuh pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) berinsial MT, mendatangi Polres Bogor.

Kompas.com melansir, MT datang untuk memenuhi panggilan penyidik terkait dugaan keterlibatannya dalam membantu pelarian tersangka AM.

MT mendatangi Polres Bogor bersama kuasa hukumnya. MT langsung masuk ke ruang unit 2 Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan.

Kakak tersangka pembunuh pegawai BNN, MT (baju putih) saat mendatangi Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (8/9/2017). (KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi Bempah)
Kakak tersangka pembunuh pegawai BNN, MT (baju putih) saat mendatangi Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (8/9/2017). (KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi Bempah) 

Kuasa Hukum MT, Khaeruddin mengatakan, saat ini status MT masih sebagai saksi.

Khaeruddin belum dapat membeberkan secara jelas mengenai pemeriksaan tersebut, lantaran kliennya masih diperiksa oleh penyidik Polres Bogor.

"Intinya lagi diperiksa, lagi dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP)," kata Khaeruddin, di Mapolres Bogor, Jumat (8/9/2017).

Khaeruddin menjelaskan, sebelumnya, MT sempat mendatangi Polres Bogor pada Kamis (7/9/2017) untuk bertemu AM.

Namun, ia tidak sempat bertemu, karena adiknya itu sedang menjalani cek kesehatan dan kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

"Kemarin, MT ke sini (Polres Bogor) mau jenguk adiknya. Tapi nggak ada, karena di rumah sakit," tuturnya.

Pemeriksaan terhadap MT dilakukan menyusul dugaan keterlibatannya dalam upaya membantu tersangka AM melarikan diri ke Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Bimantoro mengungkapkan, MT adalah orang terakhir yang dihubungi tersangka sebelum melarikan diri ke Batam untuk bersembunyi.

Pelarian AM berakhir setelah petugas gabungan menangkapnya pada Minggu (3/9/2017).

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help