BangkaPos/

Seram! 6 Ritual Balas Dendam Lebih Mengerikan dari Santet

Ritual yang mereka lakukan terbilang menyeramkan, karena ada yang melibatkan mayat untuk melakukannya.

Seram! 6 Ritual Balas Dendam Lebih Mengerikan dari Santet
thecleverimages.com

Banyak yang mengira jika tradisi ini berasal dari Lousiana dan Haiti pada 1700an, dimana ribuan budak Afrika menyatukan tradisi dan cerita mereka menjadi satu.

Kenyataannya sejarah tradisi voodo tak pernah diketahui sampai sekarang.

Baca: Pemerintah Myanmar Tolak Usulan Gencatan Senjata Tentara Pembebasan Rohingya

Dalam tradisi ini, biasa orang yang memiliki kemampuan spiritual akan menusukkan jarum pada boneka yang sudah dimantrai.

Tujuannya untuk menciptakan rasa sakit pada orang yang menjadi sasaran voodo.

5. Nithing Pole

(thecleverimages.com)
(thecleverimages.com) 

Ritual yang ada di Jerman ini masih dilakukan sampai sekarang.

Dikenal dengan nama Nithing Pole atau nithstangm biasanya digunakan untuk mengutuk musuh atau orang yang dibenci.

Cara membuatnya mudah.

Hanya perlu memotong kepala hewan, kemudian meletakkannya diujung tiang, dan ditanah di dalam tanah dimana musuh dapat membaca mantra kuno yang mengutuk mereka.

Baca: Sang Ayah Ungkap Keunikan Egy Maulana Vikri saat Masih Kecil

Ritual Nithing Pole pernah dilakukan pada 2006, saat seorang petani mengutuk tetangganya yang membunuh anjing kesayangan mereka dengan traktor.

Dan pada 2016,Nithing Polandia menggunakan kepala binatang untuk mengutuk perdana Menteri Islandia Sigmundur Davio Gunnlaugsson selama protes ekonomi.

6. Ritual anirniit

(thecleverimages.com)
(thecleverimages.com)

Dalam tradisi Inuit, diyakini bahwa segala sesuatu, baik manusia dan hewan, memiliki jiwa (disebut anirniit) dan jiwa yang bisa membalas dendam dari akhirat terhadap orang-orang yang membunuh mereka.

Untuk menenangkan jiwa hewan yang baru saja diburu atau manusia, upacara harus dilakukan dimana kata-kata ritual untuk arwah harus diucapkan, bersama dengan pengorbanan kecil dari bangkai hewan. (TribunTravel.com)

LIKE FACEBOOK BANGKA POS:

 

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help