BangkaPos/
Home »

Video

VIDEO: Pendapatan Sebagai Pekerja TI Minim, Akmal Terpaksa Nyambi Mencuri Motor

Minimnya pendapat sebagai pekerja TI ditambah desakan ekonomi keluarga di kampung halaman, membuat Akmal nekat mencuri

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akmal Hidayat mungkin tak punya pilihan. Minimnya pendidikan dan keterampilan nyaris membuat pria 36 tahun patah arah.

Alhasil dirinya pun sulit memperoleh pekerjaan yang mempuni. Terlebih peluang pekerjaan di Ogan Ilir Palembang Sumatera Selatan, sangat minim.

Setahun belakang, pria beranak satu ini memilih hijrah dan menjadi pekerja Tambang inkonvensional (TI) dan menetap di dusun Jampan, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga.

Minimnya pendapat sebagai pekerja TI ditambah desakan ekonomi keluarga di kampung halaman, membuat Akmal nekat dan nyambi mencuri sepeda motor.

Terlebih saat mendekati lebaran Idul Adha, yang semakin menambah hasrat Akmal menambah pundi-pundi rupiah untuk keluarga.

Disela-sela gelar perkara, Selasa (12/9/2017) siang, Akmal mengaku terpaksa nyambi mencuri motor, lantaran tuntutan dan desakan ekonomi keluarga.

Ia mengaku baru beraksi di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di Desa Sekar Biru dan dusun Jampan desa Kelabat, Kecamatan Parittiga.

Sebagaian besar uang hasil penjualan sepeda motor, dikirimkan Akmal kepada istri dan keluarga di Ogan Ilir untuk memenuhi kebutuhan lebaran Idul Adha kemarin.

" Baru dua kali inilah, itupun karena terpaksa karena hasil nambang tidak menentu. Sebagaian besar, uang hasil penjualan motor saya kirim ke istri sebelum lebaran haji kemarin," ujar Akmal disela-sela gelar perkara di gedung Catur Prasetya, Selasa (12/9/2017)

Penulis: oni
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help