BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Dulu Jualan Kantong Asoy, Anak Tukang Becak Itu Kini Jadi Polisi Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Semasa kecil, anak tukang becak ini terpaksa banting tulang, jualan kantong asoi di bawah Jembatan

Dulu Jualan Kantong Asoy, Anak Tukang Becak Itu Kini Jadi Polisi Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah
Bangkapos/Fery Laskary
Bripka Yudi melihat pekerjanya bekerja ditempat usaha miliknya 

"Yudi sudah lama usaha di desa kami, Desa Puding. Orangnya mudah bergaul, dan ngerti. Dia suka beri bantuan sumbangan (dana) ke masyarakat saat acara 17 Agustusan, maupun bantuan ke pemuda di desa kita," tambah Zailani, memuji polisi satu ini.

Lalu bagaimana perjalanan hidup polisi beranak tiga ini sebelum sukses meniti kehidupan?

Berikut kisahnya saat ditemui Bangka Pos Group, Selasa (12/9/2017) di Desa Puding.

"Saya ini dibesarkan dari keluarga miskin. Orangtua saya asal Meranjat (OKI Sumsel), hanya buruh harian," katanya, mulai berbagi kisah.

Orangtua Yudi, Nawawi (58)-Ny Nasulah (57) puluhan tahun silam kemudian hijrah ke Kota Palembang, Yudi dan tiga orang adiknya diboyong ke kota empek-empek itu, dalam kondisi penuh perjuangan, sekitar Tahun 1988.

Dan di kota ini, Yudi terpaksa banting tulang membantu orantua, walau usianya baru menginjak lima tahun.

"Saya memang dari kecik sudah ditanamkan semangat untuk kerja.
Umur lima tahun, saya sudah cari duit sendiri. Saya jual kantong asoi di bawa Jembatan Ampera Palembang). Saya cari uang dari kecil bantu orangtua," katanya.

Satu tahun kemudian, saat usia sudah enam tahun, Yudi sempat disuruh sekolah oleh sang ibu.

Namun Yudi menolak karena kasihan melihat orangtuanya yang tak memiliki penghasilan tetap.

"Ayah saya waktu itu hanyalah seorang tukang becak di Palembang," katanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help