BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Dulu Jualan Kantong Asoy, Anak Tukang Becak Itu Kini Jadi Polisi Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah

Semasa kecil, anak tukang becak ini terpaksa banting tulang, jualan kantong asoi di bawah Jembatan

Dulu Jualan Kantong Asoy, Anak Tukang Becak Itu Kini Jadi Polisi Berpenghasilan Puluhan Juta Rupiah
Bangkapos/Fery Laskary
Bripka Yudi melihat pekerjanya bekerja ditempat usaha miliknya 

"Akhirnya terpaksa saya gadaikan SK Polisi saya di bank, saya pinjam uang 30 juta sekitar Tahun 2005-2006," kenangnya.

Rupanya Tuhan mendengar doa Yudi. Usaha pembuatan bak kayu mobil truk yang digeluti bersama beberapa pekerja, memberikan untung.

"Pertama saya jual bak kayu hanya Rp 3,5 juta, untung Rp 500 ribu. Setelah itu saya temotivasi bikin bak dari pat  besi Tahun 2008, termasuk tanki mobil minyak. Alhamdulilllah usaha saya di Desa Puding semakin maju," katanya.
.
Namun, Tuhan juga memberi cobaan padanya. Beberapa tahun kemudian, usaha Yudi bangkrut.

"Tahun 2010 saya pailit, bisnis saya roboh. Satu tahun lebih saya sempat menyendiri karena bangkrut. Untungnya, Tahun 2012 semangat saya bangkit lagi, dan saya gadaikan lagi SK polisi saya di bank," katanya.

Berbekal pengalaman kegagalan, Yudi berusaha lebih berhati-hati menjalankan usaha pembuatan bak truk.

Sejak itulah, usahanya mulai mantap, bahkan berkembang lebih pesat. Yudi bahkan bisa mempekerjakan delapan orang warga di Desa Puding Besar.

"Sekarang dalam satu bulan paling tidak saya mampu jual dua unit bak plat besi. Satu bak Rp 45 juta. Jadi dalam sebulan paling tidak omset sekitar Rp 90 juta kotor, dan untung bisa Rp 20 juta perbulan," katanya.

Dan dari hasil itu pula, Yudi bisa menyelesaikan kuliah sarjana stratana satu (S1) Jurusan  Jurusan Hukum Pidana Tahun 2012 di Pertiba dan menyelasaikan Sarjana S2 Megister Hukum Jurusan Hukum Tata Negara di Pertiba Tahun 2016.

"Alhamdulilah sekarang, saya dipercaya jadi dosen di Universitas Tebuka di Pangkalpinang. Dan Alhamdulilah istri saya, juga seorang PNS, bernama Dwi Nopri Sakti S.Kep," kata Yudi Apriyadi, mengucap syukur pada Yang Kuasa.

Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kasat Binmas AKP Toni
ketika dikonfirmasi soal anggota Bhabinkantibmas binaannya, mengaku bangga.

"Yudi merupakan sosok Bhabinkantibmas yang bersahaja, sederhana dan sedikit unik," kata AKP Toni, Rabu (13/9/2017).

Di balik kesederhanaan dan keunikannnya itu kata Toni, Bripka Yudi memiliki segudang potensi.

"Berangkat dari keluarga yang sangat sederhana, Yudi ajak semua keluarga besarnya untuk hijrah ke Bangka. Yudi adalah sosok polisi yang hebat," kata sang komandan.

Toni juga salut karena selain jadi Bhabinkantibmas, Yudi mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri bagi masyarakat.

Apalagi titel SH, MH yang disandang Yudi bermanfaat bagi banyak orang.

"Yudi merupakan inspirasi. Dia sosok polisi baik, bisa mengajar di perguruan tinggi (Dosen UT). Yudi berusaha bekerja dan kuliah sampai sampai S2. Di kantor (kepolisian) dia tidak menaikkan derajatnya (tidak sombong), malah tertarik jadi Bhabinkantibmas di desa, mengabdi di Desa Dalil. Semoga kedepan muncul lagi Bhabinkantibmas lain yang terinpirasi dari kisah Yudi ini," harap Toni.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help