BangkaPos/

Kisah Wanita Bergelar Sarjana Psikologi Banting Stir Jadi PSK, Ngeluh Begini Karena Panti Pijat

Ibu yang saat itu berusia 49 tahun memutuskan untuk beralih karir. Ia menjadi pekerja seks dan ia sangat menyukainya.

Kisah Wanita Bergelar Sarjana Psikologi Banting Stir Jadi PSK, Ngeluh Begini Karena Panti Pijat
Flickr/ABC News
Apakah panti pijat menyediakan layanan ilegal yang menyebabkan rumah bordil mengalami penurunan pendapatan? 

BANGKAPOS.COM - “CHARLEY” bergelar sarjana psikologi dan bekerja sebagai pekerja sosial di Queensland, Australia, hingga dua tahun lalu.

Ibu yang saat itu berusia 49 tahun memutuskan untuk beralih karir.

Ia menjadi pekerja seks dan ia sangat menyukainya.

Tapi kini, Charley takut karir barunya terancam.

Bukan munculnya aplikasi kencan seperti “Tinder” yang membuatnya khawatir.

Ia mengatakan, lonjakan industri panti pijat gelap atau ilegal menyebabkan kemunduran besar dalam kunjungan ke rumah bordil (pelacuran) dan pendapatannya telah berkurang setengah.

"Saya sebelumnya bekerja sebagai manajer kasus yang bekerja dengan anak-anak yang menggunakan narkoba dan alkohol," kata Charley.

"Tapi saya terdepak dari industri ini. Saya masih perlu mempertahankan penghasilan, yang membawa saya ke pekerjaan di bidang seks.”

Baca: Usai Melahirkan, Siswi SMA Bungkus Mayat Bayinya Pakai Plastik Kresek, Ini yang Selanjutnya Terjadi

"Ini bukan sesuatu yang ingin saya lakukan – tapi saya menginginkan sesuatu yang bebas stres dan saya menginginkan jam kerja yang baik, jadi saya bisa hadir untuk keluarga saya."

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help