BangkaPos/

Pelajaran dari Kasus Bayi Debora, Kemenkes Tegaskan Semua RS Wajib Layani Pasien Gawat Darurat

“Semua rumah sakit, baik yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan atau belum, wajib memberikan pelayanan gawat darurat pada pasien...

Pelajaran dari Kasus Bayi Debora, Kemenkes Tegaskan Semua RS Wajib Layani Pasien Gawat Darurat
Tribunnews.com
Bayi Debora 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan di RS yang belum bekerjasama dengan BPJSK.

Hal itu disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH. Mereka juga tidak dikenakan biaya.

Hal ini terkait dengan UU Nomor 44 tahun 2009 Rumah Sakit dan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mewajibkan rumah sakit untuk mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tidak boleh meminta uang muka.

“Semua rumah sakit, baik yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan atau belum, wajib memberikan pelayanan gawat darurat pada pasien yang membutuhkan," katanya, dilansir dari Intisari-Online.

Baca: Bayi Debora Meninggal Dunia, Dinkes Ungkap Kesalahan Awal RS Mitra Keluarga

"Peserta BPJS Kesehatan tersebut tidak boleh ditagih biaya, karena sebenarnya RS dapat menagihkan pelayanan kegawatdaruratan pasien JKN tadi kepada BPJS Kesehatan."

Bagi yang pihak Rumah Sakit yang tidak mengindahkan himbauan ini, pemerintah bisa saja memberikan sanksi.

Berdasarkan Undang-undang Rumah Sakit, pemerintah bisa mengeluarkan sanksi teguran tertulis hingga pencabutan izin RS, apabila terbukti terdapat kelalaian.

Namun, untuk memberikan sanksi tersebut, perlu dilakukan penelusuran mendalam atas kejadian atau dilakukan audit medis.

Sementara itu dari sisi penyelenggara layanan, sesuai ketentuan dan standar akreditasi, pihak Rumah Sakit harus menginformasikan tarif pelayanan termasuk tarif NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (pediatric intensive care unit), apalagi jika diminta informasi oleh pasien/keluarga.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help