BangkaPos/
Home »

Techno

» News

Segera Ubah Password Jika Alamat E-mail Anda Ada di Daftar Ini

Pakar keamanan komputer menemukan daftar spam yang berisi alamat pos-el sebanyak 711 juta!

Segera Ubah Password Jika Alamat E-mail Anda Ada di Daftar Ini
iflscience.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Di salah satu kumpulan data email (pos-el) terbesar yang belum ditemukan, pakar keamanan komputer menemukan daftar spam yang berisi alamat pos-el sebanyak 711 juta!

Suatu jumlah yang cukup luar biasa.

Awalnya ditemukan oleh periset keamanan yang berbasis di Paris yang dikenal sebagai Benkow, berisi dua data terpisah, satu alamat email sederhana, sementara kumpulan kedua yang lebih serius berisi alamat dan kata kunci.

Baca: 5 Langkah Ketika Akun Facebook Anda Diretas

Hal penting yang harus dilakukan sekarang adalah mengecek pos-el Anda ke haveibeenpwned.com untuk mengetahui apakah alamat pos-el Anda termasuk salah satu dari 711 juta alamat pos-el yang “dipanen”, atau salah satu alamat dan kata kunci yang mereka “panen” juga.

Situs ini dikelola oleh ahli keamanan komputer Troy Hunt, orang pertama yang mendapat daftar panenan mega itu setelah Benkow mengirimkannya kepadanya, dan kemudian mengunggahnya.

Seperti yang dia tulis di situsnya, ini adalah kumpulan data tunggal terbesar yang pernah dia muat ke dalam Have I Been Pwned, dan bahwa, "Untuk skala tertentu, itu hampir setara satu alamat untuk setiap pria, wanita, dan anak di seluruh Eropa."

Data tersebut diambil oleh sebuah mesin yang dikenal hanya sebagai "Onliner Spambot", yang mengarahkan Hunt dan Benkow ke alamat IP yang terdaftar di Belanda, meskipun Hunt menekankan bahwa dia tidak akan mempublikasikan bitini karena takut menyebarkan data lebih jauh.

Belum ada tindakan dari penegak hukum. Jadi, kita benar-benar harus memeriksa apakah pos-el kita ada dalam daftar, dan yang lebih penting lagi, jika mereka memiliki kata sandi kita juga.

Jika pos-el kita ada di daftar itu, disarankan untuk mengubah kata kuncinya. Begitu juga dengan situs web lain yang mungkin menggunakan kata kunci itu.

(Iflscience.com/Kompas.com)

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help