BangkaPos/

Tingkatkan PAD, Pemprov Gali Potensi Pajak Air Permukaan

Pembayaran pajak ini dihitung dari volume pemakaian air, tarif sepuluh persen dikali nilai perolehan air , untuk nilai

Tingkatkan PAD, Pemprov Gali Potensi Pajak Air Permukaan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Bidang Pajak, Badan Keuangan Daerah Pemprov Babel, Amran. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sedang gencar-gencarnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengoptimalkan berbagai sumber pajak seperti potensi pajak air permukaan.

Potensi pajak air permukaan dinilai cukup besar lantaran, air permukaan ini dimanfaatkan oleh perusahaan maupun industri yang menggunakan air permukaan seperti pertambangan, jasa cuci mobil, rumah makan, dan industri rumah tangga lainnya.

Kepala bidang Pajak, Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Babel, Amran mengatakan, selama ini pajak air permukaan sudah dipungut oleh Bakuda melalui UPT di masing-masing kabupaten-kota.

Namun, saat ini pajak air permukaan belum tergarap optimal, seperti pada sektor proses pertambangan.

"Usaha apa saja maupun perusahaan apapun yang memanfaatkan air permukaan itu dikenakan pajak, kecuali mandi cuci dan sebagainya, misalkan PT. Timah, kemudian smelter, PDAM, pencucian mobil, itu harus bayar," ujarnya, Rabu (13/9).

Menurutnya, dasar hukum terkait pajak air permukaan diatur dalam Perda no 4 tahun 2017.

Penghitungan pajak air permukaan ini disesuaikan dengan volume penggunaan air yang tidak hanya dihitung oleh perusahaan tetapi juga tim pengawas dari Bakuda.

"Pembayaran pajak ini dihitung dari volume pemakaian air, tarif sepuluh persen dikali nilai perolehan air , untuk nilai perolehan air ini ditetapkan dalam pergub, dan tergantung jenisnya usahanya. Untuk pertambangan, bahan galian A, Rp2500, galian B Rp 2250,d an galian C Rp 2000," terangnya.

Tahun ini dari anggaran perubahan pihaknya, menargetkan PAD dari pajak air permukaan mencapai Rp 5,9 miliar.

Hingga 8 September ini realisasi pajak ini sudah mencapai Rp 4,7 Miliar atau 79,67 persen.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help