BangkaPos/

Ajak Polisi Berhubungan Badan, Mahasiswi Minta Bayar Rp 600 Ribu, Bukannya Nikmat Malah Dapat Ini

Wanita Nigeria didenda Rp 6,3 juta oleh hakim di Pengadilan Kuala Lumpur, Malaysia,

Ajak Polisi Berhubungan Badan, Mahasiswi Minta Bayar Rp 600 Ribu, Bukannya Nikmat Malah Dapat Ini
metro
Ilustrasi 

Tersangka Ayu dan Putri memperdagangkan korban yang masih di bawah umur.

Ada tiga korban yang diperdagangkan oleh tersangka, yakni EL (17), EF (14), dan SI (16) dari Surabaya.

Tersangka menawarkan korban melalui WhatsApp dan Line dengan cara mengirim foto korban.

Tentunya foto korban yang dikirim terlihat cantik dan menarik lirikan pria hidung belang.

Kanit 1 PPA Subdit 1 Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Yasinta Mau menjelaskan, praktik pr0stitusi online melalui medsos ini sudah berjalan sejak tigga bulan lalu, sebelum akhirnya diungkap.

"Pada hari Rabu (30/8/2017) di Hotel Istana Permata Surabaya, tersangka berinisial PFA (Putri Febria Anita) melakukan tindak pidana s3ksual anak dengan maksud mengambil keuntungan diri sendiri.

"Tersangka memperdagangkan korban melalui media sosial Line dan WhatsApp," kata Yasinta di Mapolda Jatim, Rabu (13/9/2017).

Dari Putri, polisi melakukan pemeriksaan dan pengembangan di Mapolda Jatim.

Hasil dari pengembangan, petugas akhirnya menemukan tersangka mucikari baru, yakni Ayu.

Dia lah yang mengendalikan prostitusi online melalui medsos.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help