Masih Sering Makan Mie Campur Nasi? Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Tubuh Anda

Jadi bagi Anda yang kerap makan nasi campur mie, mulai sekarang segera kurangi kebiasaan itu.

Masih Sering Makan Mie Campur Nasi? Ini Risiko Penyakit yang Mengintai Tubuh Anda
http://www.areakesehatan.com
Ilustrasi 

Kandungan kalori dalam nasi dan efek samping mie instan sangat banyak.

Jika semuanya diolah, maka hasil olahan yang berupa gula tersebut akan memenuhi tubuh.

Kerja organ pankreas menjadi lebih keras. Bahkan mampu terjadi kerusakan di pankreas.

Jika sudah terjadi seperti itu, maka pankreas yang harusnya mampu memisahkan antara gula dan darah, yang terjadi adalah kedua zat tersebut menyatu dan tidak bisa terfilter.

Ketika anda kencing, masih ada dan mengandung gula.

Baca: Jelang AFF-U18 Indonesia vs Thailand, Pelatih Indra Sjafri Buat Kata-kata Menohok Seperti Ini

5. Meningkatkan kerusakan organ hati

Zat karbohidrat yang ada dalam tubuh yang berlebih akan di pecah menjadi zat lain. Misalnya anda kekurangan nutrisi lemak.

Maka karbohidrat tersebut juga akan di pecah menjadi lemak. Nah pemrosesan lemak ini akan di transfer ke organ hati sebagai pembantu sistem pencernaan metabolisme.

Anda masih bisa tersenyum lega jika hati menjadi tempat menumpuknya sel lemak yang baik.

Namun, jika ternyata yang menumpuk di hati anda adalah lemak jahat, siapa yang tahu?

6. Melebarkan volume perut

Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, maka volume atau lingkar perut akan menjadi lebih lebar.

Anda bisa melihat dari kebanyakan orang yang mengalami obesitas, memiliki lingkar perut yang luar biasa bundar bukan?

7. Pemicu penyakit lain

Dengan keadaan karbohidrat yang terlalu banyak, maka tubuh bagian perut anda akan menjadi lebih lebar.

Jika ukuran perut Anda adalah setengah dari tinggi badan, hal ini akan mampu meningkatkan resiko bahaya obesitas menjadi sarang berbagai macam penyakit.

8. Resiko obesitas

Bahaya makan mie dengan nasi yang dikonsumsi dalam taraf yang berlebihan, tanpa anda mengimbangi dengan makanan yang mengandung protein dan vitamin lainya, mampu meningkatkan obesitas.

Sebab karbohidrat mampu di pecah menjadi lemak.

Nah dari sumber inilah yang menyebabkan anda berisiko memiliki berat badan lebih atau obesitas.

Baca: Pria Berlutut di Depan Wanita yang Cuma Pakai Celana Dalam, Wajahnya Melongo Saat Dibuat Begini

9. Kandungan mie instan yang tidak baik

Mie instan merupakan salah satu makanan yang tidak bergizi.

Dalam istilah kedokteran lebih terkenal dengan istilah junk food atau makanan sampah. 

Bahaya junk food di dalam mie instan, tak ada kandungan protein dan vitamin, apalagi serat. Hanya ada lemak dan karbohidrat saja.

10. Resiko tekanan darah yang meninggi

Bahaya makan mie instan memang sangat tidak baik untuk tubuh.

Terdapat zat sodium yang mampu meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Bahkan mampu meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung.

11. Resiko kanker yang meningkat

Kanker salah satu penyakit yang penyebabnya adalah ketidak teraturan pola hidup, salah satunya dengan terbiasanya tidak mengatur pola makan.

Memakan mie instan salah satu peningkatan resiko penyakit kanker. Oleh sebab itu, jika anda ingin menghindarinya, sebaiknya kurangi konsumsi mie. Paling tidak dua kali dalam satu minggu.

12. Mengganggu sistem pencernaan

Beberapa orang yang terlalu banyak mengonsumsi mie instan akan menyebabkan gangguan sistem pencernaan.

Biasanya ditandai dengan mulas dan diare. Sebab pencernaan mie sendiri membutuhkan waktu pemrosesan sekitar 2 hari.

Oleh sebab itu sangat berbahaya jika anda mengonsumsi mie setiap hari secara terus menerus. 

Saran Konsumsi Mie dan Nasi

Daripada anda mencampurkan mie dengan nasi untuk menciptakan rasa kenyang, akan lebih baik untuk mengolahnya lebih lanjut.

Misalnya dengan mencampur bersama sayuran, potongan daging atau kornet, juga di tambah dengan telur ceplok.

Selain sebagai penyeimbang kebutuhan nutrisi tubuh, juga kandungan jahat mie tidak akan terlalu merusak tubuh.

Bahkan bila perlu, tidak menggunakan bumbu dari mie instan tersebut. Anda bisa menambahkan dengan bumbu yang anda racik sendiri.

Selain lebih aman, kandungan rempah rempah dan bumbu dapur memang lebih bergizi dari pada penyedap dan bahan kimia yang banyak mengandung zat aditif pada makanan.

Penulis: Alza Munzi
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved