BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

PN Sungailiat Terapkan Sistim Pelayanan Terpadu

Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat kini menerapkan sistim pelayanan terpadu satu pintu.

PN Sungailiat Terapkan Sistim Pelayanan Terpadu
bangkapos.com/Fery Laskari
Dari kiri ke kanan, Humas I Jhon Paul, Ketua PN Sungailiat Sarah Louis Simanjuntak, Humas II R Narendra Mohni. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat kini menerapkan sistim pelayanan terpadu satu pintu.

Selain itu, pemohon gugatan perdata, tak lagi mendaftar secara manual, melainkan sistim online di layar elektronik yang disiapkan. Sedangkan pembayaran biaya perkara dilakukan di BRI. Sistim ini diberlakukan demi transparansi.

Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas I Jhon Paul kepada Bangka Pos Group, Kamis (14/9/2017) menjelaskan perubahan sistim yang dimaksud. "Kalau dulu pengunjung atau pihak yang akan mendaftar proses sidang semuanya melaui meja pelayanan pintu depan. Tapi sekarang ada dua tempat pendaftaran, di depan dan belakang gedung pengadilan," katanya.

Menurut Jhon, sistim yang dibuat, diharapkan mempermudah pihak-pihak terkait. "Sekarang Pengadilan buat pelayan terpadu satu pintu. Jadi untuk khusus pelayanan perkara misalnya pihak yang mau bersidang, jaksa, tahanan atau terdakwa masuk atau chekin atau mendaftarnya (jaksa) di belakang," katanya.

Sedangkan untuk pelayanan administrasi, pihak terkait, tetap dilayani melalui meja pelayanan pintu depan. "Misalnya ketika ada yang mengajukan gugatan, mengajukan banding, kasasi atau surat-surat lainnya, itu melalui pintu depan. Untuk pelayanan adiministrasi di depan, sedangkan untuk pelayanan persidangan di belakang," katanya..

Menurut Jhon, sistim itu gunanya agar pelayanan yang diberikan petugas pengadilan lebih teratur atau tidak terkesan semeraut. "Kalau dulu atau sebelumnya, semua urusannya dilayani di depan. Sekarang kita bedakan," katanya.

Gedung pengadilan bagian depan, akan disekat pada ruangan tertentu, . Penambahan dinding pembatas tambahan dibuat supaya orang yang tidak berkepentingan tidak bisa masuk tanpa ijin. "Dan bagi pihak yang mau masuk ke gedung pengadilan, harus pakar kartu nama yang digantung di leher. Itu untuk membedakan apakah dia pengunjung atau apa," kata Jhon.

Humas II PN Sungailiat, R Narendra Mohni pada kesempatan yang sama menambahkan. Khusus perkara perdata, pemohon tak lagi melakukan pendaftaran secara manual, melain sitim online di layar elektronik yang sudah disiapkan pegawai pengadilan di gedung PN Sungailiat.

"Kalau mengajukan gugatan perdata lewat depan, pendaftaran melalui layar elektronik yang sudah disiapkan. Pemohon langsung datang, tulis nama di layar elektronik, apa jenis permohonannya, berapa jumlah penggugatnya, siapa tergugatnya dan berapa orang yang mau digugat," katanya.

Pemohon juga langsung tahu, berapa besar biaya persidangan atau perkara yang harus dibayar terkait perkara yang dia ajukan. "Kalau dulu kan biaya dihitung oleh petugas kita, dihitung secara manual. Kalau sekarang, orang yang mau daftar, otomatis langsung tahu berapa biaya perkara yang harus dia bayar," katanya.

Setelah menuliskan data-data di layar elektronik yang disiapkan pengadilan, pemohon dapat mengambil kertas print out yang keluar dari mesin pelayanan tu.. Bukti itu kemudian dibawa ke BRI, dan dibayar pada bank yang bersangkutan. "Setelah ada bukti lunas dari BRI, baru lapor ke kasir (PN Sungailiat). Setelah lengkap syaratnya, tinggal tunggu panggilan sidang," tambahnya.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help