BangkaPos/

Volume Sampah di TPS Dayang Seripinai Lima Truk

Volume sampah di TPS yang terletak di belakang kolam Dayang Seripinai, Kelurahan Tanjungpendam membludak

Volume Sampah di TPS Dayang Seripinai Lima Truk
bangkapos.com/Dede Suhendar
Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Daerah membersihkan tumpukkan sampah di TPS yang terletak di belakang kolam pemandian Dayang Seripinai, Kamis (14/9/2017). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Volume sampah di TPS yang terletak di belakang kolam Dayang Seripinai, Kelurahan Tanjungpendam membludak. Dalam satu hari, terhitung lima truk sampah dikerahkan untuk mengangkut sampah tersebut.

Kondisi ini disanyalir karena penutupan beberapa TPS seperti di eks-pasar inpres dan Jalan Air Kolong, Kelurahan Kampung Parit.

"Memang luar biasa sampahnya, karena sudah beberapa wilayah buangnya ke sini, bukan hanya dari Tanjungpendam saja. Terus yang bikin kesal itu buangnya di luar TPS, jadi susah petugas mengangkutnya," ujar Koordinator Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sumarno saat ditemui posbelitung.com tengah membersihkan TPS, Kamis (14/9/2017).

Tumpukkan sampah yang berserakan terlihat bukan berasal dari rumah tangga, karena terdapat tumpukkan kulit jengkol, bekas batok kelapa dan potongan pohon.

Oleh sebab itu, Marno mengimbau kepada masyarakat jika membuang sampah tersebut langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan TPS.

"Kalau hanya sampah rumah tangga tidak akan penuh seperti ini. Tadi ada dari kelompok pengelola sampah dari RT sekitar sini, satu hari hanya satu gerobak," katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya jatah pengangkutan sampah di TPS tersebut sebanyak tiga kali terbagi pada pagi, siang hingga sore hari.

Namun karena menjadi perhatian anggota DPRD, akhirnya diputuskan untuk menambahkan jumlah angkutan pada TPS tersebut.

"Hari ini saja sudah lima truk angkut sampah di sini. Jadi berdasarkan instruksi Kepala DLHD, line angkutan ditambah, yang penting bersih dulu," katanya.

Meskipun demikian, kata dia, upaya petugas kebersihan akan sia-sia jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat. Terutama dalam memelihara gerakan membuang sampah pada tempatnya.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, banyak yang membuang sampah menggunakan mobil pada malam hari. Akibatnya, sampah kembali menumpuk pada keesokan harinya.

"Kalau sudah pakai mobil seharusnya jangan buang di TPS lagi. Selain itu petugas kan tidak bisa standby sampai malam," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help