BangkaPos/

Ada Siswa SD Paksa Siswi Kelas I Minum Air Seni, Ini Reaksi Dindik Beltim

Kalau memang terjadi seperti itu, jelas kami akan tindaklanjuti dengan meneliti penanganan kasus ini dari bawah

Ada Siswa SD Paksa Siswi Kelas I Minum Air Seni, Ini Reaksi Dindik Beltim
Facebook
Tangkapan layar postingan yang mengabarkan kejadian miris bahwa ada sejumlah siswa SD memaksa seorang siswi SD di satu sekolah di Beltim. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

 BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR- Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Belitung Timur Parnoto mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kabar adanya kejadian sejumlah siswa kelas VI SD di Beltim yang dikabarkan memaksa seorang siswi kelas I 'meminum' air seni di salah satu SD di Kabupaten Beltim.

Dia mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari SD tersebut ataupun dari UPTD di kecamatan.

Tapi, Dindik Beltim akan mendalami informasi ini sebagai tindak lanjut.

Baca: Beredar di Medsos, Sejumlah Siswa SD di Beltim Paksa Seorang Siswi Kelas I Minum Air Seni

"Kalau memang terjadi seperti itu, jelas kami akan tindaklanjuti dengan meneliti penanganan kasus ini dari bawah dulu, yakni satuan pendidikan itu sendiri, kemudian pengawas binaannya, dan UPT-nya. Bagaimana penanganannya," ujar Parnoto, Jumat (15/9/2017).

Dia menjelaskan, Dindik Beltim akan meminta keterangan dari berbagai pihak dalam kasus ini, termasuk korban, siswa pelaku, pihak sekolah, dan UPTD.

"Inikan anak-anak yang masih usia sekolah dasar, yang benar-benar murni masih anak-anak. Paling nanti kami akan minta (keterangan) bagaimana penanganannya dari pendidiknya. Termasuk orangtuanya. Apakah ini memang ini pertama kali, atau sudah pernah kejadian seperti ini sebelumnya," bebernya.

"Kalau sudah pernah ada kejadian kejadian sebelumnya, kami akan sikapi bagaimana penanganan gurunya. Kalau ini pertama kali, mungkin ini berada di luar pantauan para guru di sana, kami juga belum tahu apakah kejadian ini terjadi saat jam pelajaran atau jam istirahat. Kalau saat istirahat, susah bagi guru bisa mengawasi ratusan siswa. Kecuali kejadiannya saat pelajaran, tanggung jawabnya ada di guru," kata dia.

Parnoto mengatakan, perlu peran kerja sama antara sekolah dan orangtua. Menurutnya, perkembangan karakter anak tidak hanya berasal dari pendidik, melainkan juga peran orangtua di lingkungan anak di luar sekolah.

"Nah bagaimana peran orangtua, terutama bagaimana peran orang tua dalam pendidikan karakter," ujar Parnoto. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help