BangkaPos/

Perusahaan Milik Konglomerat Indonesia Terima Bitcoin untuk Alat Pembayaran

Konglomerat dan pengusaha kaya Indonesia Dato Sri Tahir memutuskan untuk menerima pembayaran dengan bitcoin dalam perusahaannya.

Perusahaan Milik Konglomerat Indonesia Terima Bitcoin untuk Alat Pembayaran
youtube
Tahir 

Berdasarkan data Bloomberg, tren penggunaan Bitcoin dan cryptocurreny mengalami kenaikan didunia internasional. Bank kemungkinan juga akan menyerap bitcoin asal kapitaisasi pasarnya sudah mencapai 500 miliar dollar AS.

Indra Utoyo, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI mengatakan, walaupun tren penggunaan Bitcoin secara internasional cukup tinggi, namun di Indonesia penerimaan terhadap mata uang konvensional masih tinggi.

“Bitcoin dinilai masih sulit untuk menggantikan peran mata uang konvensional,” ujar Indra, Minggu (9/7/2017).

Menurut Indra, Bitcoin juga memiliki beberapa masalah yang membuatnya susah menggantikan mata uang konvensional.

Misal, Bitcoin tidak punya underlying dan tidak terpusat. Selain itu, Bitcoin tidak memiliki mekanisme deposit dan kredit laiknya mata uang konvensional.

Secara umum Indra mengatakan bahwa Bitcoin saat ini hadir sebagai mata uang alternatif khususnya mata uang digital.

Dari segi fungsi, Bitcoin dinilai hanya dapat memenuhi sebagian fungsi mata uang yaitu sebagai alat pembayaran.

Bitcoin seperti layaknya alat tukar dan alat bayar misalnya emas, berlian, uang kertas, saham, komoditas yang nilainya merupakan konsensus umum hasil penerimaan dan kepercayaan masyarakat.

Nilai tukar Bitcoin berubah dari waktu ke waktu dan fluktuatif. Ke depan Bitcoin tetap akan menjadi salah satu mata uang alternatif.

Berita ini sudah tayang di KONTAN dengan judul "Bankir: Bitcoin susah gantikan uang konvensional" pada Senin (10/7/2017)

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help