BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Bupati Bangka Bongkar Rahasia Transplantasi Ginjalnya, Subhanallah Menakjubkan dari Darah A ke O

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menceritakan penyakit kista ginjal yang dideritanya

Bupati Bangka Bongkar Rahasia Transplantasi Ginjalnya, Subhanallah Menakjubkan dari Darah A ke O
bangkapos.com/Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah yang aktif, pada HUT PMI, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Wanita Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka H Tarmizi Saat menceritakan penyakit kista ginjal yang dideritanya hingga pada tahun 2016 lalu ia harus menjalani operasi transplantasi ginjal.

Sebelum menjalani operasi transplantasi ginjal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta ia harus bolak balik cuci darah dan juga mendapatkan transfusi darah O di Rumah Sakut Umum Daerah Sungailiat.

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah yang aktif, pada HUT PMI, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Wanita Sungailiat.
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menyerahkan penghargaan kepada para pendonor darah yang aktif, pada HUT PMI, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Wanita Sungailiat. (bangkapos.com/Nurhayati)

Kisah ini dibaginya kepada para peserta saat acara HUT Palang Merah Indonesia, Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan dan pemberian penghargaan 120 pendonor aktif, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Wanita Sungailiat.

"HB-nya turun cepat sekali karena saya kista penyakitnya. Setelah ini saya banyak membantu masyarakat karena doa masyarakatlah yang membuat saya sehat. Kita tidak tahu ajal menjemput seperti Pak Azhar Romli masih mengobrol tiba-tiba jatuh dan meninggal. Sehat ini sangat mahal dan sangat berat saya rasakan sakit yang saya rasakan. Alhamdulillah hasil pemeriksaan terakhir HB sudah normal dan fungsi ginjal sudah mendekati normal," ungkap Tarmizi bersyukur kepada Allah SWT.

Dia juga pasien pertama di Indonesia untuk pencangkokan ginjal dengan beda golongan darah. Adiknya yang mendonorkan ginjal dengan golongan darah A dan dia sebagai penerima donor ginjal dengan darah O.

"Biasanya dari golongan darah A ke A atau O ke O. Saya dari A ke O. Saya juga pasien pertama menggunakan yang namanya plasma polusis jadi yang namanya transfusi darah biasa ditransfusi langsung darah masuk. Kalau plasma polusis dibuang plasmanya selama enam jam masuk 22 botol albumin satu botolnya Rp 1,5 juta," ungkap Tarmizi

Pada saat itu berat badannya turun hingga19 kilogram. Namun ia bersyukur bisa kembali sehat sehingga bisa mengemban amanah rakyat menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bangka. Untuk itu mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kesehatan.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help