BangkaPos/

Coba Peruntungan di Kampung Halaman, Mantan Awak Kapal Ini Jual Es Campur Trotoar

Di musim kemarau dengan suhu udara panas saat ini, setiap hari Hendra dapat menjual 15-30 mangkuk es

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pengendara bermotor yang biasa memacu kendaraannya dengan cepat di Jalan Raya Soekarno Hatta Pangkalpinang (dekat kantor Sriwijaya) pasti pernah sesekali melirik ke arah kiri sebuah warung es campur yang tampak mencolok berada di dekat trotoar.

Warga yang tinggal di Semabung Baru, Hendra Gunawan (45) sudah dua bulan membangun warung es campur yang diberinya nama "Es Campur Trotoar".

Warung es ini berdempetan dengan trotoar dan berdiri di atas bandar. Dengan menggunakan kayu merante, Hendra menyusun kayu-kayu menjadi lantai dan beratapkan baja ringan.

"Pake nama Es Campur Trotoar biar lebih dikenal. Sempet ditanya satpol PP juga tapi kita gak mengganggu jalan dan kita bersihin tiap hari,"ujarnya saat ditemui Bangka Pos, Sabtu (16/9).

Di musim kemarau dengan suhu udara panas saat ini, setiap hari Hendra dapat menjual 15-30 mangkuk es campur.

Tak adanya penjual yang menjual es campur serupa di area tersebut membuat Es Campur Trotoar diminati pembeli terutama berasal dari pekerja kantoran yang berada di seputar Jalan Soekarno Hatta.

Satu porsi es campur biasa dijual seharga Rp.10.000 dengan perpaduan isi kacang merah, tape, cincau dan agar-agar.

"Orang Bangka ni kan hobi yang manis, jadi kita tambahin gula kabung dengan vanili. Selain es campur kita juga ada es mentimun selasih untuk redakan panas dalam dan es pelangi untuk anak-anak,"terangnya.

Pria yang pernah bekerja sebagai awak kapal di Bali dan wirausaha kuliner di Labuan Bajo ini mengatakan setiap hari es campur buatannya menggunakan bahan-bahan segar.

"Semoga rezeki di sini makin baguslah karena sekarang Bangka juga sudah ramai,"harap Hendra yang pulang berwirausaha di kampung halaman karna rindu keluarga besarnya ini.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help