BangkaPos/

Napi Kasus Bom Sarinah Diam-diam Dipindahkan ke Lapas Pangkalan Bun

Seorang narapidana terkait kasus Bom Sarinah Jakarta secara diam-diam dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakat Kelas II Pangkalan Bun

Napi Kasus Bom Sarinah Diam-diam Dipindahkan ke Lapas Pangkalan Bun
(Kompas.com/Budi Baskoro)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pangkalan Bun, yang saat ini juga membina salah satu narapidana kasus terorisme 

BANGKAPOS.COM- Seorang narapidana terkait kasus Bom Sarinah Jakarta yang terjadi pada Januari 2016 lalu secara diam-diam dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakat Kelas IIB Pangkalan Bun.

Terpidana itu bernama Budiyono alias Babe yang dipindahkan dari tahanan Brimob Kelapa Dua.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Pangkalan Bun, Arief Gunawan membenarkan pemindahan narapidana itu. Namun Arief tak tahu alasan pemindahan tersebut.

"Saya tidak tahu alasannya. Ini silent. Saya diberitahukan hari itu juga. Sudah mau berangkat ke sini, (saya) baru ditelepon," ungkap Arief saat ditemui di kantornya, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah, di Palangkaraya pun tak mengetahuinya.

"Langsung ke sini. Jadi kanwil baru tahu, setelah saya beri tahu. Rahasia. Berjalan baru diberi tahu," ungkapnya.

Arief menjelaskan, peran Budiyono terkait kasus peledakan dan teror bom di depan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, itu sebagai salah satu pemasok amunisi dan bahan peledak. Teroris asal Tegal itu dijatuhi vonis selama lima tahun.

Bagi Lapas Pangkalan Bun, ini kali pertama mereka harus membina seorang narapidana kasus terorisme. Meski begitu, Arief memastikan bahwa narapidana ini mampu mereka bina.

Arief juga mengatakan, selama bertugas di Lapas Cipinang dan Tangerang, ia sudah terbiasa berurusan dengan narapidana kasus teror.

Menurut Arief, Budiyono sudah berkomitmen untuk mematuhi segala aturan di lapas. Namun, ia menolak segala upaya untuk mengubah keyakinannya yang membuatnya masuk ke lingkaran jaringan terorisme.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help