Diduga Milik Pemodal Besar, Tim Satpol PP Razia TI di Merawang dan Pantai Rebo

Satpol PP mencoba menghentikan tambang di Pantai Rebo, ada 25 ponton tambang laut, dengan pemodal-pemodal besar

Diduga Milik Pemodal Besar, Tim Satpol PP Razia TI di Merawang dan Pantai Rebo
Ist
Petugas Satpol PP Kabupaten Bangks saat melakulan razia di Merawang dan Pantai Rebo. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka dengan kekuatan satu regu, Sabtu (16/9/2017) bergerak melakukan razia terhadap dua lokasi tambang inkonvensional (TI) di Merawang dan Pantai Rabo.

Diakui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Ahmad Suherman, penyetopan TI di dekat Merawang karena dikhawatirkan terjadi banjir.

Pasalnya jika tersumbat limbah TI dan lonsor maka saluran air akan meluap dan menghantam tiang PLN yang bisa roboh.

"Lokasi TI ini paling 10 meter dari jalan raya, apalagi lokasi di pinggir jalan utama, dan aliran air sudah diperbaiki pemda yang hajar TI," sesal Suherman kepada bangkapos.com, Minggu (17/9/2017).

Pihaknya mengimbau agar pemilik tambang di lokasi dekat fasalitas umum segera dibongkar dan dihentikan. Jika membandel tim gabungan akan turun dengan kepolisian.

"Lokasi tersebut kalau musim hujan selalu banjir apalagi diperparah dengan aktivitas tambang di samping itu tambang mini juga dekat dengan tiang listrik, kalau tiang listrik roboh, bagaimana," tegas Suherman.

Setelah melakukan razia di Merawang, Tim Satpol PP Kabupaten Bangka bergerak ke Pantai Rebo. Sebanyak 25 ponton TI apung beroperasi di pantai tersebut.

"Satpol PP mencoba menghentikan tambang di Pantai Rebo, ada 25 ponton tambang laut, dengan pemodal-pemodal besar juga membuat TI ponton dengan modal Rp 130 jutaan. Tambang ini mengganggu para nelayan dan pariwisata dimana sekarang daerah tersebut sudah menjadi objek parawisata, seperti Pantai Mangkalo," ungkap Suherman.

Ia mensinyalir kegiatan penambangan Pantai Rebo ini terlihat terorganisir walau tidak ada izin.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help