BangkaPos/

Dokter Spesialis Sebut Tingkatan Penyakit Rehan Bukan Lagi Stevens Jonhson

Menurut dr Andriansyah Bonorusid, tingkatan penyakit yang menimpa Rehan bukan lagi stevens Jonhson, melainkan toxyc epidermal

Dokter Spesialis Sebut Tingkatan Penyakit Rehan Bukan Lagi Stevens Jonhson
wikimediacommons
Ilustrasi dokter 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kualifikasi dan tingkatan penyakit yang menimpa, Rehan Dias Anggara (10), diatas ambang stevens Jonhson.

Hal ini diungkapkan, dr Andriansyah Bonorusid, Sp.KK spesialis kulit dan kelamin kepada bangkapos.com, Minggu (17/9/2017) malam.

Menurut dr Andriansyah Bonorusid, tingkatan penyakit yang menimpa Rehan bukan lagi stevens Jonhson, melainkan toxyc epidermal necrolysis dengan komplikasi pneumonia berat.

Biasanya penyakit semacam ini disebut sindroma stevens Jonshon. Disebut sindroma, karena gabungan beberapa gejala.

Wakil Bupati Babar Markus didampingi plt dirut RSUD Yudi Widiansyah saat membesuk Rehan
Wakil Bupati Babar Markus didampingi plt dirut RSUD Yudi Widiansyah saat membesuk Rehan (Bangkapos/Antoni)

Sindroma tidak hanya menggerogoti kulit saja, namun juga mukosa atau lapisan. Seperti mukosa lapisan mulut, kelamin, mata bahkan sampai ke usus dan saluran pernafasan.

" Kalau penyakit yang menimpa Rehan itu bukan stevens Jonhson lagi, sudah diatasnya yakni toxyc epidermal necrolysis dengan komplikasi pneumonia berat. Dimana Sindromanya berupa alergi hebat, kulitnya melepuh, termasuk mukosanya juga melepuh," ujar Andriansyah.

Menurut Andriansyah pada umumnya penyakit semacam ini dipicu alergi obat-obatan, namun ada juga kasus dipicu alergi lain, seperti alergi racun rumput yang terhirup dan makanan lainnya.

" Tidak hanya alergi obat saja, tapi ada juga kasus seperti saya temukan kemarin akibat menghirup racun rumput, namun memang pada umunya karena obat," katanya.(*)

Penulis: oni
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help