APBD Pangkalpinang 2018 Diestimasi Tidak Defisit

Untuk belanja langsung pemerintah Kota Pangkalpinang mengalokasikan sebesar Rp 708.512 miliar atau 65,9 persen

APBD Pangkalpinang 2018 Diestimasi Tidak Defisit
bangkapos.com/Zulkodri
Walikota Pangkalpinang, memaparkan KUA dan APBD 2018 di rapat Paripurna DPRD, Senin (18/09/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Untuk meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Pemerintah Kota Pangkalpinang di Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2018 mengalokasikan belanja langsung lebih besar dibandingkan belanja tidak langsung dari belanja daerah.

Untuk belanja langsung pemerintah Kota Pangkalpinang mengalokasikan sebesar Rp 708.512 miliar atau 65,9 persen. Sedangkan belanja tidak langsung sebesar 34,1 persen atau Rp 366,467 miliar.

Hal ini, terungkap dalam Rapat Paripurna penyampaian RKUA dan PPAS di gedung DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (18/09/2017) yang disampaikan oleh Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah.

"Kita juga memfokuskan belanja untuk pengendalian banjir yang dialokasikan kurang lebih 21 persen dari total belanja lansung melalui belanja normalisasi beberapa kolong salah satunya kolong retensi Kacang Pedang, Kolong Pedindang dan Kolong Pelita, pembangunan dan pemeliharaan fasilitas saluran jalan serta kegiatan melibatkan masyarakat untuk membersihkan saluran lingkungan masyarakat," ujar Irwansyah

Pada kesempatan tersebut, Irwansyah juga memaparkan, Nota Keuangan dan APBD 2018 total pendapatan Daerah Kota Pangkalpinang diestimasi sebesar Rp 983.618 miliar terdiri dari PAD sebesar Rp 141,849 miliar, dana perimbangan Rp 784,146 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 57,622 miliar.

Sedangkan untuk belanja daerah totalnya disetimasi sebesar Rp 1,074 triliun terdiri dari belanja langsung Rp 708,512 miliar dan belanja langsung Rp 366,467 miliar.

" Dari total pendapatan daerah dikurangi belanja langsung masih defisiti Rp 91.361 miliar namun hal itu ditutupi dari Silpa sebesar Rp 51,361 miliar ditambah penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 40 Miliar. Sehingga diperkirakan di 2018 keuangan Pangkalpinang tidak mengalami defisit," ujarnya.

Dikatakan Irwansyah dalam kurun waktu lebih empat tahun ini, Pemkot Pangkalpinang telah mencapai perkembangan positif. Dimulai dari capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) diatas target, nilai tambah jumlah barang dan jasa meningkat dan perubahan ekonomi yang tumbuh rata-rata diatas lima persen.

" 2017 kita juga sudah mengikut sertakan masyarakat dalam program Pangkalpinang sehat dalam BPJS dan sudah menerbitkan 25000 jiwa penerima Bantuan Iuran BPJS di luar Kartu Indonesia Sehat (KIS). Kita juga sudah membangun RSUD dengan konsep Green Hospital yang hampir selesai yang insyaallah akan menjadi rumah sakit rujukan se-Babel

Lanjutnya, selain itu juga program pembangunan Rumah Layak Huni (Rutilhu) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu terus dilakukan oleh Pemkot Pangkalpinang.

" Pada pelayanan publik Disdukcapil kita berhasil mendapat ISO 9001:2008 dalam penghargaan sistem manajemen mutu pelayanan kependudukan berstandar internasional. Bidang pendidikan Pemkot Pangkalpinang juga telah meningkatkan mutu tenaga pendidik dengan memberikan beasiswa untuk pendidikan tenaga guru tingkat Strata I dan II untuk meningkatkan standar kompetensi tenaga pendidik," ungkapnya.

Penulis: zulkodri
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help