BangkaPos/

Hasil PKL STIS: Masyarakat Babel Unik, Tak Miskin Tapi Kurang Puas Terhadap Hidupnya

31,81 persen penduduk Babel yang secara ekonomi dikatakan tak miskin mengaku kurang puas terhadap hidupnya.

Hasil PKL STIS: Masyarakat Babel Unik, Tak Miskin Tapi Kurang Puas Terhadap Hidupnya
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Seminar Daerah Hasil PKL STIS di Kantor Gubernur Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Berdasarkan hasil penelitian peserta praktek kerja lapangan (PKL) Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Senin (18/9) di Kantor Gubernur Babel diketahui angka kemiskinan di Bangka Belitung termasuk rendah di Indonesia.

Meski tingkat kemiskinan Babel dinyatakan tak buruk, namun berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan teknik wawancara penduduk Bangka Belitung merasa tidak puas dengan kesejahteraan hidup ditambah tingkat pendidikan yang rendah.

Hasil penelitian menunjukkan persentase kemiskinan di Bangka Belitung terbagi menjadi empat status kemiskinan. Sebesar 0,27 persen sangat miskin, 5,32 persen miskin, 22,76 persen rentan miskin dan 71,65 persen tidak miskin.

"Sebenarnya angka kemiskinan di Bangka Belitung tidak terlalu besar namun temuan yang menarik di Babel ini ada keengganan untuk melanjutkan pendidikan. Rata-rata mereka sekolah gak sampai 6 tahun, mereka mengungkapkan merasa tidak perlu bersekolah," ujar Pembantu Kedua Bidang Akademik dan Penanggung Jawab PKL STIS, Erniti Astuti saat pemaparan seminar hasil PKL, Senin (18/9) di Kantor Gubernur Babel.

Selain menemukan keunikan penduduk Bangka Belitung yang enggan melanjutkan pendidikan meski angka kemiskinan tergolong kecil.

Dikatakan Erniti fenomena unik juga terdata dari teknik penelitian wawancara. Sebab 31,81 persen penduduk Babel yang secara ekonomi dikatakan tak miskin mengaku kurang puas terhadap hidupnya.

"Sebesar 31,81 persen penduduk yang tak puas ini bisa dikatakan rentan miskin. Mereka tak miskin namun apabila terjadi gejolak inflasi maka berpeluang untuk jatuh miskin,"terangnya.

Senada Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, Darwis Sitorus juga menjelaskan angka rentan kemiskinan dinilai melalui pendekatan subjektif.

"Ini yang menjadi perhatian, angka kemiskinan Babel kecil tapi rentan kemiskinannya besar. Apakah yang dirasakan penduduk Babel ini kesejahteraan semu? Kita menilai jangka pendek mungkin oke tapi jangka panjang bagaimana? Kalau pabrik timah ditutup semua mungkin bisa diperkirakan efeknya sangat besar,"ujar Darwis Sitorus.

Penulis: Dhina Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help