BangkaPos/

Ingat! Lakukan Ini Saat Menghadapi Orang yang Terkena Serangan Jantung

Kondisi tak terduga bisa terjadi kapan saja. Sering kali, alih-alih membantu korban, kita malah ikut panik saat dihadapkan pada sesuatu yang mendesak.

Ingat! Lakukan Ini Saat Menghadapi Orang yang Terkena Serangan Jantung
Thinkstock photo
Ilustrasi serangan jantung 

BANGKAPOS.COM- Kondisi tak terduga bisa terjadi kapan saja. Sering kali, alih-alih membantu korban, kita malah ikut panik saat dihadapkan pada sesuatu yang mendesak.

Contohnya, saat mendapati seseorang terkena serangan jantung. Padahal, kondisi ini membutuhkan
penanganan cepat dan tepat.

Serangan jantung, menurut Dr. Kristina Agustini, Sp.EM, dokter spesialis Emergency dari Eka Hospital Pekanbaru, dikenal dengan istilah Sindrom Koroner Akut (SKA).

Ini terjadi akibat adanya pembuluh darah koroner yang mengalami sumbatan. Sumbatannya bisa bersifat parsial ataupun total.

Keluhan serangan jantung dapat dikenali dari ciri-ciri seperti nyeri dada yang sifatnya terasa berat atau seperti tertimpa beban berat, nyeri yang menjalar ke bahu, leher, atau lengan dengan pusing
berputar, berkeringat dingin, atau mual, serta sesak napas.

Bagaimana pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung?

1. Jika pasien sadar, posisikan pasien pada posisi istirahat yang paling nyaman. Jika pasien memiliki obat-obatan untuk problem jantung koroner dan masih dapat menelan, bantu pasien untuk mengonsumsinya. Kemudian, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat atau hubungi layanan gawat darurat.

2. Jika pasien menjadi tidak sadar setelah mengeluh nyeri dada, baringkan pasien di tempat yang datar dan aman. Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa segera pasien ke rumah sakit.

3. Jika Anda terlatih untuk melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD), setelah memastikan pasien tidak sadar dan memanggil bantuan dengan menghubungi layanan gawat darurat, Anda dapat melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) ataupun menggunakan AED (Automated External
Defibrillator) pada pasien.

Data menunjukkan, tertundanya RJP dan pemberian defibrilasi dini pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut yang sudah tidak sadar, akan meningkatkan risiko kematian. Sebelum membawa pasien ke IGD, lakukan langkah pertolongan yang sudah dijelaskan tersebut.

Hasto Prianggoro

Editor: khamelia
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help