BangkaPos/

Ini Batas Kecepatan Maksimum di Jalan Tengah Pulau Belitung

Menurut Amir, pengaturan kecepatan maksimal yang dizinkan untuk kendaraan dibedakan berdasarkan kelas jalan.

Ini Batas Kecepatan Maksimum di Jalan Tengah Pulau Belitung
bangkapos.com/dok
Ilustrasi Jalan 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Belitung Timur (Beltim) Amirudin mengatakan, batas kecepatan kendaraan diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.

Ini menanggapi berapa sebenarnya kejepatan maksimal untuk kendaraan di jalur Jalan Tengah.

Menurut Amir, pengaturan kecepatan maksimal yang dizinkan untuk kendaraan dibedakan berdasarkan kelas jalan.

"Untuk pengaturan tata cara penetapan batas kecepatan sesuai Permenhub nomor 111/2005 tetang cara epnetapan batas kecepatan," ujar Amir, Senin (18/9/2017).

Dia menjelaskan, penetapan batas kecepatan untuk mencegah kejadian fatalitas kecelakaan serta untuk mempertahankan mobilitas. Penetapannya ditetapkan secara nasional dan dinyatakan dengan rambu lalin.

"Paling rendah 60 km/jam dan paling tinggi 100 km/jam dalam kondisi arus bebas hanbatan, paling tinggi 80 km/jam untuk jalan antar kota, paling tinggi 50 km/jam untuk kawasan perkotaan, dan paling tinggi 30 km/jam untuk kawasan permukiman," beber Amir.

Menurut Amir, batas kecepatan tinggi dapat ditetapkan lebih rendah atas dasar perimbangan frekuensi kecelakaan yang tinggi di lingkungan jalan, perubahan kondisi permukaan jalan, geometri jalan, angkutan jalan sesuai dengan tingkatan status jalan.

"Permmenhub untuk jalan nasional, gubernur untuk jalan provinsi, bupati jalan kabupaten dan jalan desa, dan wali kota untuk jalan kota," kata dia.

Amir juga menjelaskan, pelaksanaan pemantauan batas kecepatan di luar negeri dilakukan dengan pemasangan kamera kecepatan (speed camera) pada ruas jalan yang disertai denda jika melanggar.

"Di Indoensia, sanksi berupa denda bagi pengemudi kendaraan yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi/paling rendah dengan kecepatan paling tinggi/paling rendah dengan pidana kurungan maksimal dua bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu," beber Amir. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help