Jangankan Pasukan, Mau Kirim Bantuan untuk Warga Rohingya Saja Harus Penuhi Syarat Ini Dulu!

Status ratusan ribu warga Myanmar yang terkatung-katung sebagai pengungsi seharusnya segera menjadi tanggung-jawab PBB.

Jangankan Pasukan, Mau Kirim Bantuan untuk Warga Rohingya Saja Harus Penuhi Syarat Ini Dulu!
Puspen TNI
Pasukan perdamaian PBB dari TNI 

BANGKAPOS.COM - Krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar telah menjadi perhatian internasioal, termasuk Indonesia.

Warga Rohingya yang berbondong-bondong mengungsi dari Myanmar menuju Bangladesh mengalami penderitaan yang luar biasa.

Pada prinsipnya secara politik, pemerintah Bangladesh menolak menampung para pengungsi itu.

Pemerintah Myanmar sendiri secara politik bahkan menolak warga Rohingya menjadi warga negara Myanmar dan melakukan tindakan represif menggunakan kekuatan militer.

Status ratusan ribu warga Myanmar yang terkatung-katung sebagai pengungsi seharusnya segera menjadi tanggung-jawab PBB, khususnya UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugee).

Baca: Sudah Punya 120 Istri, Pria Ini Ingin Nikah Lagi Cukup Pakai Jurus Ini

Di bawah penanganan PBB upaya untuk mengatasi masalah pengungsi Myanmar akan menjadi tersistem dan terkoordinasi.

Bagaimanapun juga, PBB bisa menghadirkan pasukan perdamaian (Peacekeeping Force) untuk menjamin keamanan dan bantuan dari berbagai negara.

Dalam soal kehadiran pasukan PBB itu, Dewan Keamanan PBB bisa langsung mengirimkan pasukan perdamaian tanpa harus minta persetujuan kepada pemerintah Myanmar mengingat masalah kemanusian yang menimpa warga Rohingya sudah dalam kondisi darurat.

Dan oleh karena itu, pasukan TNI bisa dikirim ke Myanmar sebagai pasukan perdamaian atas permintaan PBB. Bukan karena keinginan pemerintah Indonesia semata.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help