Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Beberkan Hasil Penelitian Angka Kemiskinan di Babel Rendah

Hasil penelitian mahasiswa PKL STIS menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Bangka Belitung dinilai rendah

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Beberkan Hasil Penelitian Angka Kemiskinan di Babel Rendah
Bangka Pos/ Ardhima Trisila Sakti
Seminar Daerah Hasil PKL STIS di Kantor Gubernur Babel 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Puluhan peserta praktek kerja lapangan (PKL) Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) berseragam biru, Senin (18/9) memenuhi ruang Pantai Pasir Padi di Kantor Gubernur Babel guna memaparkan hasil penelitian yang dilakukan selama dua minggu di Provinsi Bangka Belitung.

Bangka Belitung menjadi lokasi penelitian yang menerapkan metode penelitian baru dari STIS menggunakan small area estimation (SME).

Penelitian ini berfokus pada studi kemiskinan dan pemerataan pendapatan di Babel tahun 2017.

Pembantu kedua bidang akademik dan penanggung jawab PKL STIS, Erniti Astuti mengatakan dari 34 provinsi di Indonesia. STIS sengaja memilih Bangka Belitung menjadi lokasi penelitian karena dinilai cocok sebagai objek metode penelitian SME.

Tercatat Bangka Belitung memiliki jumlah desa paling sedikit di Pulau Sumatera sebanyak 387 desa.

"Tahun lalu kita lakukan PKL di NTB tapi gak bisa mencakup satu provinsi hanya empat kabupaten saja. Tahun ini kita memilih Babel karena termasuk provinsi dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar," ujar Erniti Astuti kepada Bangka Pos.

Penelitian dilakukan oleh 487 mahasiswa STIS angkatan 2014  pada 20 Februari-3 Maret 2017.

Jumlah sample penelitian yang diambil sebanyak 7.080 rumah tangga pada 140 desa mencakup tingkat rumah tangga, desa/kelurahan dan kecamatan yang tersebar di kabupaten/kota se-Babel.

Hasil penelitian mahasiswa PKL STIS menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Bangka Belitung dinilai rendah, apabila dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional.

Indikator garis kemiskinan dihitung dari kebutuhan konsumsi yang terpenuhi rata-rata 1.200 kalori per hari.

Selain itu memperhitungkan aspek pendidikan, kesehatan dan sandang.

"Saya sempet deg-degan, khawatir apabila angka hasil PKL mahasiswa STIS tidak sama dengan yang dikeluarkan BPS Babel. Namun ternyata hasilnya sama menyatakan bahwa angka kemiskinan di Babel rendah. Adek-adek kita ini melakukan penelitian secara idealis dan tanpa tekanan," terang Kepala Badan Pusat Statistik Bangka Belitung, Darwis Sitorus.

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved