BangkaPos/

Aung San Suu Kyi Berkelit Sebagian Besar Muslim Rohingya Tidak Mengungsi

Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa dia tidak takut kecaman dan 'pengawasan dunia internasional' atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya

Aung San Suu Kyi Berkelit Sebagian Besar Muslim Rohingya Tidak Mengungsi
Getty Images
Di Bangladesh, para pengungsi Rohingya juga dibatasi geraknya. 

BANGKAPOS.COM--Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa dia tidak takut kecaman dan 'pengawasan dunia internasional' atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya yang sedang berlangsung.

Hal itu disampaikan pidato nasional pertamanya Selasa (19/9) mengenai situasi di negara bagian Rakhine utara yang telah menyebabkan lebih dari 400.000 Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi (Kolase grid.id)

Dia mengatakan bahwa dia ingin berbicara dengan warga Muslim Rohingya untuk mencari tahu mengapa mereka pergi ke bangladesh, karena, kilahnya 'sebagian besar Muslim Rohingya tidak mengungsi.'

Aung San Suu Kyi mengklaim ahwa sekarang kekerasan telah mereda.

PBB: 'Kesempatan terakhir' Aung San Suu Kyi selamatkan Rohingya
Apa yang dipergoki wartawan BBC di desa-desa
Warga Rohingya ditangkap jika keluar dari kamp pengungsian di Bangladesh
Dalam beberapa pekan terakhir, Suu Kyi menjadi sasaran kecaman masyarakat internasional, trkait caranya menangani kekerasan trerhadap para Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Kekerasan terakhir ini dipicu oleh serangan bersenjata yang dilakukan militan Rohingya terhadap pos polisi pada bulan Agustus.

Namun aparat keamanan menanggapi seranngan ini dengan operasi militr yang brutal, yang mengarah pada sasaran sipil dan disebut pembersihan etnis oleh PBB.

Aktivis HAM: Militer Myanmar 'sengaja bakar' desa-desa Muslim Rohingya
Aung San Suu Kyi tuduh adanya kampanye berita palsu soal Rohingya
Krisis Rohingya: Seberapa berkuasa sebenarnya Aung San Suu Kyi?
Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato itu di Naypyidaw, ibukota baru Myanmar, karena brhalangan untuk trbang menghadiri sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

Disebutkannya, ia ingin masyarakat intrnasonal megetahui apa yang dilakukan pemerintahnya dalam upaya mengatasi situasi.

Ia mengutuk semua bentuk pelanggaran hak asasi manusia. dan katanya siapa pun yang bertanggung-jawab atas pelanggaran HAM di Rakhine akan diadili.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help