Daun Nipah di Desa Pejem Miliki Nilai Ekonomis

Untuk membuat atap nipah, tidak banyak membutuhan modal uang, karena bahan-bahannya semua dari alam, mulai daun nipahnya dan kayu pengaitnya

Daun Nipah di Desa Pejem Miliki Nilai Ekonomis
(Bangkapos/riyadi)
Pondok kebun warga di Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa, atapnya menggunakan daun nipah. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Areal tumbuhan nipah di Dusun Pejem Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu, sebenarnya kalau diolah menjadi kerajinan berupa atap, maka akan menjadi barang bernilai ekonomis.

Seorang warga, Iwan menyebutkan sering keluar masuk di hamparan tumbuhan nipah di Dusun Pejem.

Hamparan pohon nipah itu masih utuh dan jumlahnya cukup besar.

"Sayang, daunnya nggak pernah diambil, dibiarkan begitu saja, tak siapa la yang ngambil. Kawan saya yang biasa membuat atap dari daun nipah, bilang, wah (daun nipah) ini duit, tapi kenapa nggak pernah dimanfaatkan," ujar Iwan kepada bangkapos.com Senin (18/9/2017).

Menurut Iwan, daun nipah di Pejem kualitasnya bagus, baik dari kondisi daun, lebar dan panjang berikut usianya.

Mulai dari daun yang kering hingga masih basah, semua belum dimanfaatkan untuk dibuat jadi atap.

"Daun nipah di Pejem, potensi luar biasa, kalau dibuat jadi atap, orang akan beduit, karena kebutuhan atap daun nipah di sini (daerah Belinyu) barangnya di datangkan dari luar daerah, harganya juga sudah mahal, di daerah Belinyu masih banyak butuh atap daun nipah," kisahnya.

Menurut Iwan, hampir dua hari hingga seminggu sekali, satu mobil bak terbuka atau sampai satu truk atap nipah didatangkan ke daerah Belinyu.

Untuk membuat atap nipah, tidak banyak membutuhan modal uang, karena bahan-bahannya semua dari alam, mulai daun nipahnya dan kayu pengaitnya, untuk tali bisa memanfaatkan potensi dari hutan atau atau pakai tali plastik.

Warga Belinyu Novizar menyebutkan, umumnya kalau orang mau buat pondok di kebun, atapnya menggunakan daun nipah atau rumbiak.

"Atap itu dibeli langsung di toko atau tempat penampung di Belinyu, kita beli yang sudah jadi dan atap itu biasanya didatangkan dari luar daerah. Sebenarnya seperti di Pejem itu, potensi daun nipahnya cukup lumayan, kalau diberdayakan jadi duit tu, buat atap itu cocoknya untuk kegiatan rumah tangga," ujarnya.

Kadus Pejem Sapakin mengatakan, tumbuhan daun nipah di Pejem jumlahnya banyak.

Penulis: riyadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help