BangkaPos/
Home »

News

» Sains

Kenapa Buaya Kini Semakin Mengganas dan Kerap Mangsa Manusia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menurut Hellen, jika buaya menyerang manusia, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi

Kenapa Buaya Kini Semakin Mengganas dan Kerap Mangsa Manusia, Ini Penjelasan Ilmiahnya
ist
buaya air asin 

BANGKAPOS.COM--Kabar duka atas serangan hewan liar terhadap manusia kembali datang. Setelah Ananda Yue Riastanto digigit ular weling (Bungarus candidus) pada 5 Januari 2017 lalu, yang terbaru adalah kematian dua orang akibat digigit buaya di Sungai Muara Jawa Ulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pada awalnya, seorang remaja bernama Arjuna diyakini hilang dan dimakan buaya muara (Crocodilus porosus). Bermaksud menolong Arjuna, Supriyanto yang dikenal dengan sebagai pawang buaya justru menghadapi nasib yang sama.

Peneliti utama Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa ( LIPI), Hellen Kurniati, mengatakan, hal itu bisa terjadi karena buaya telah kehilangan ikan sebagai pakan alaminya.

Seekor buaya ditangkap warga Dusun Buhir Desa Berbura dan Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Desa Bernai Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017).
Seekor buaya ditangkap warga Dusun Buhir Desa Berbura dan Kampung Baru (Desa Pangkalniur), di air Ngelandut Desa Bernai Kecamatan Riausilip, Rabu (3/5/2017). (IST/Remi Anggota Satpol PP Pemkab Bangka)

Populasi ikan di sungai Mahakam, misalnya, telah berkurang karena diambil oleh manusia.

“Selain itu, bulan ini adalah musim kawin buaya muara. Masa kawinnya bulan Agustus sampai Oktober saat musim kemarau, sungai tidak banjir,” kata Hellen saat dihubungi, Senin (18/9/2017).

Menurut Hellen, saat musim kemarau, buaya muara akan lebih sensitif sehingga lebih mudah menyerang manusia.

Hellen pun menyarankan, bila seekor buaya telah menyerang menusia, lebih baik buaya tersebut ditangkap dan dimasukan ke penangkaran.

Sebab, buaya tidak lagi tertarik dengan ikan.

“Saya tidak tahu itu mengapa. Jadi lebih baik ditangkap. Kalau tidak, dia akan mencari manusia lagi. Belajar dari kasus di Nusa Tenggara Timur, itu BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) akan cari,” ucap Hellen.

Menurut Hellen, jika buaya menyerang manusia, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help