Inilah Penjelasan PT BAA Soal Bau Busuk Pengolahan Limbah Pabrik Tapioka Jadi Biogas

Limbah cair pabrik tapioka kami sebagai nutrisinya langsung dipompa ke kolam regester untuk dijadikan biogas.

Inilah Penjelasan PT BAA Soal Bau Busuk Pengolahan Limbah Pabrik Tapioka Jadi Biogas
bangkapos.com/Nurhayati
Kepala Administrasi sekaligus Penanggung Jawab Bakteri PT Bangka Asindo Agri (BAA) Rida saat menjelaskan kepada perwakilan petani dan Simpul Babel mengenai proses limbah pabrik tapioka untuk diolah jadi biogas, Rabu (20/9/2017) di Ruang Meeting PT BAA. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Administrasi sekaligus Penanggung Jawab Bakteri PT Bangka Asindo Agri (BAA) Rida menjelaskan bagian proses biogas untuk limbah cair menjadi stater bakteri dengan bantuan stater bakteri dari limbah lain seperti sawit dan kotoran sapi.

"Limbah cair pabrik tapioka kami sebagai nutrisinya langsung dipompa ke kolam regester untuk dijadikan biogas. Ini kolam regester kami ini belum ada gasnya," jelas Rida kepada perwakilan petani dan Simpul Babel mebgenai proses limbah pabrik tapioka untuk diolah jadi biogas, Rabu (20/9/2017) di Ruang Meeting PT BAA.

Menurutnya, yang bau itu dari kolam limbah ketika limbah produksi tapioka disalurkan ke kolam limbah itu menimbulkan bau.

"Proses kami sampai sekarang dalam tahap menghidupkan bakteri, pembuatan stater bakteri. Jadi karena limbah tapioka sendiri belum ada stater bakteri, belum aktif bakterinya jadi kami dibantu sama limbah sawit. Limbah sawit itu sudah aktif bakterinya," ungkap Rida.

Langkah yang mereka lakukan dari kolam pengembangbiakan bakteri dibuat tiga kolam. Di kolam itu ada sistem sirkulasi, jika sudah ada gelembung cirinya bakteri mereka mulai aktif sehingga metal yang dikeluarkan bakteri dan lumpurnya terangkat.

"Jadi proses kami sudah sampai di situ. Ini makanannya sudah aktif lagi, jadi bakteri kami sudah semakin aktif. Kemudian sekarang tahapan kami bikin kolam kecil sedangkan regester kami gede jadi kami butuh kolam yang lebih besar. Jadi kami bikin kolam yang lebih besar untuk stater bakteri," jelas Rida.

Dengan bantuan kolam sawit dan tiga kolam kecil stater bakteri yang kecil sudah dipompa ke kolam besar sehingga bakterinya sudah mulai aktif. Harapan pihaknya jika bakteri sudah aktif akan dipompa ke kolam regester seperti kolam biogas di Sampit dimana PT BAA kontraktornya.

"Sudah padat jika bakteri kalau sudah kuat maka akan dipompa ke kolam regester. Harapan kami bisa sama seperti yang di Sampit biogas kami akan jadi. Kalau sudah jadi semuanya langsung difit ke regester kami yang tertutup. Kalau tertutup nggak menimbulkan bau. Ketika sudah jadi dia tidak menimbulkan bau," kata Rida.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved