BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Pabrik Berhenti Beroperasi, Perwakilan Petani Didampingi Simpul Babel Datangi PT BAA

Kedatangan kami pada hari ini bukan demo tapi mencari titik temu, titik terang ada apa sebenarnya. Kami mengedepankan

Pabrik Berhenti Beroperasi, Perwakilan Petani Didampingi Simpul Babel Datangi PT BAA
Istimewa
Pertemuan Perwakilan petani dari Jelutung, Mapur dan Belinyu didampingi Simpul Babel yang diketuai Ujang Suprianto, Rabu (20/8/2017) dengan pihak Pabrik Tapioka PT Bangka Asindo Agri untuk menanyakan mengapa pabrik berhenti beroperasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Keberadaan Pabrik Tapioka PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kelurahan Kenanga menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Disatu sisi masyarakat mengeluhkan masalah bau tak sedap dari limbah pabrik, disisi lain petani kesulitan jika pabrik berhenti beroperasi karena ada yang menampung hasil panen ubi kasesa mereka.

Beberapa perwakilan petani dari Jelutung, Mapur dan Belinyu didampingi Simpul Babel yang diketuai Ujang Suprianto, Rabu (20/8/2017) menemui pihak pabrik tapioka untuk menanyakan mengapa pabrik berhenti beroperasi.

Ketua Simpul Babel Ujang Suprianto mengaku kedatangan mereka untuk menanyakan mengenai bau tak sedap dari limbah pabrik, di sisi lain juga ia membawa keluhan para petani terkait penutupan produksi sehingga pabrik menyetop pembelian singkong petani yang tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung.

"Kedatangan kami pada hari ini bukan demo tapi mencari titik temu, titik terang ada apa sebenarnya. Kami mengedepankan selain masalah bau ini masalah teknologi tapi kami tidak punya kewenangan untuk itu kami percaya perusahaan ini punya manajemen tenaga ahli yang bisa menangani tentang limbah ini. Kami percayakan pada perusahaan tetapi yang kami maksudkan kedatangan kami ini bagaimana nasib petani mitra PT BAA ini sampai kapan ini mau di operasionalkan kembali," tanya Ujang kepada Koni alias Akon Penanggung Jawab Pabrik PT BAA, Djit Lit selaku Penanggung Jawab Lapangan PT BAA dan Rida selaku Kepala Admin dan Penanggung Jawab Bakteri PT BAA yang menerima perwakilan petani dan Simpul Babel di ruang pertemuan PT BAA.

Ia minta paparan dari PT BAA agar pihaknya dari elemen masyarakat bisa memahami kondisi yang dialami oleh PT BAA.

Pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi PT BAA sudah menginvestasikan usaha mereka di Kabupaten Bangka.

Namun para petani juga mengeluh jika pabrik tidak beroperasi karena mereka kesulitan menjual panen singkongnya.

"Mereka meminta Simpul Babel memfasilitasi dan melihat secara langsung apa yang terjadi. Buka sajalah mengapa sampai ada intervensi pemerintah daerah menutup, sementara petani sudah siap panen. Kita harus buka-buka ini pak karena kasihan juga petani," ungkap Ujang.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help