Pabrik Tapioka di Kenanga PT BAA Ibarat Buah Simalakama

Jika pabrik berproduksi dijalankan maka akan menimbulkan bau tetapi dalam mengolah biogas tidak bisa cepat butuh proses.

Pabrik Tapioka di Kenanga PT BAA Ibarat Buah Simalakama
bangkapos.com/Nurhayati
Pertemuan Perwakilan Petani didampingi Simpul Babel dengan pihak PT Bangka Asindo Agri, Rabu (20/9/2017) di Ruang Meeting PT BAA. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penanggung Jawab Lapangan PT Bangka Asindo Agri (BAA) Djit Lit mengakui pihak PT BAA ibarat buah simalakama antara petani dengan masyarakat.

Jika pabrik berproduksi dijalankan maka akan menimbulkan bau tetapi dalam mengolah biogas tidak bisa cepat butuh proses.

"Seperti saya bolak balik disini bisa lima atau enam kali mondar mandir supaya bakteri kita aktif. Kalau kita jalankan penduduk sekitar ngeluh. Itu memang bau kita akui sebetulnya mungkin mereka ini belum terbiasa. Kalau di Lampung itu kita ambil contoh pabrik itu di belakang mall, di belakang perumahan karena mereka bersangkutan dengan mata pencaharian penghasilan dari situ," ungkap Djit Lit, kepada perwakilan petani dan Simpul Babel, Rabu (20/9/2017) di Ruang Meeting PT BAA.

Menurutnya apabila pabrik tapioka di Lampung tidak jalan bisa ribuan pekerja menganggur apalagi petani tidak bisa menjual hasil singkongnya.

Berbeda di Bangka jika pabrik dijalankan bisa menolong petani tetapi baunya dikeluhkan warga. Oleh sebab itu pihaknya sedang mencari solusi untuk mengatasi kendala tersebut supaya pabrik bisa lancar berproduksi dan bau limbah bisa diatasi.

"Kita mohon maaf kepada petani memang betul keluhan itu kuli cabut singkong tadi tapi kita tetap berusaha keras," harap Djit Lit.

Mengenai bau limbah diakuinya tidak bisa secepatnya hilang.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved