BangkaPos/

Rehab Pecandu Narkoba dengan Cara Direbus dan Digodog Dalam Rangkaian Foto

Pesantren pimpinan Kiai Suro Godog di Purbalingga ini merehabilitasi para pecandu narkoba dengan cara direbus atau digodog.

Rehab Pecandu Narkoba dengan Cara Direbus dan Digodog Dalam Rangkaian Foto
Foto Getty Images/Ulet Ifansasti

BANGKAPOS.COM--Pesantren pimpinan Kiai Suro Godog di Purbalingga ini merehabilitasi para pecandu narkoba dengan cara direbus atau digodog.

rehab pecandu narkoba
Sebuah pesantren di Purbalingga memakai cara tradisional untuk menyembuhkan pecandu narkoba: Ramuan herbal dan siraman rohani. Dua pecandu narkoba ini duduk di atas tungku selama menjalani terapi detoksifikasi pada 15 September 2017. Foto Getty Images/Ulet Infansasti
rehab pecandu narkoba
Disebutkan, metode rebusan yang dipakai gunanya mendetoksifikasi pecandu. Prosesnya berlangsung antara 10-30 menit. Dengan metode ini, pengguna narkoba dikatakan bisa sembuh usai rehabilitasi satu tahun lamanya. Ramuan yang direbus antara lain daun sirih dan daun salam. Foto Getty Images/Ulet Infansasti
rehab pecandu narkoba
Selama pondok pesantren ini berdiri, 17 tahun silam, banyak pecandu narkoba yang datang berobat. Selain terapi rebusan, pesantren juga memberikan teh herbal, doa, dan konseling bagi para pecandu. Foto Getty Images/Ulet Ifansasti
rehab pecandu narkoba
Pondok Pesantren Nurul Ichsan Al Islami asuhan KH Ahmad Ichsan Maulana, atau yang dijuluki Kiai Suro Godok, merupakan satu dari 160 pusat rehabilitasi tradisional di Indonesia. Pecandu yang ditangani jumlahnya ada sekitar 30 pecandu narkoba. Foto Getty Images/Ulet Ifansasti
rehab pecandu narkoba
Selama beberapa tahun terakhir Indonesia menjadi salah satu tempat peredaran narkoba terbesar di Asia Tenggara. Kekhawatiran akan peredaran narkoba di jalanan baru-baru dipicu oleh penyalahgunaan obat yang disebut PCC (paracetamol caffeine carisoprodol). Setidaknya satu pelajar tewas di Sulawesi Selatan dan lebih dari 50 menjadi korban penyalahgunaan obat setelah menegak minuman yang mengandung PCC. Foto Getty Images/Ulet Ifansasti
Editor: khamelia
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help