BangkaPos/

'Aku Melihat Sesosok Tubuh Sedang Diseret Tanpa Belas Kasihan'

Yang diseret adalah kedua kakinya; tangan, badan, dan kepala dibiarkan terseret-seret di lantai, berlumuran darah

'Aku Melihat Sesosok Tubuh Sedang Diseret Tanpa Belas Kasihan'
Youtube
Amelia Yani 

BANGKAPOS.COM--Hingga hari ini, Amelia Yani, putri dari Ahmad Yani, salah satu Pahlawan Revolusi, mengaku tidak pernah bisa melupakan kepedihan yang dialaminya pada 1 Oktober 1965.

Ketika itu, dini hari, sekelompok tentara meluruk ke rumahnya di Jalan Lembang Nomor D 58, Jakarta Pusat.

Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, mungkin tidak sampai setengah jam.

Sebuah waktu yang singkat namun mempengaruhi perjalanan hidupnya kemudian.

Dalam buku biografinya, Sepenggal Cerita Dari Dusun Bawuk, diterbitkan Pustaka Sinar Harapan (2002) Amelia menuliskan larik-larik kesaksiannya.

Aku melihat sesosok tubuh sedang diseret-seret tanpa belas kasihan.

Jenderal Ahmad Yani
Jenderal Ahmad Yani (Ist)

Yang diseret adalah kedua kakinya; tangan, badan, dan kepala dibiarkan terseret-seret di lantai, berlumuran darah.

Jantungku bagaikan terloncat keluar. Bapak! Itu Bapak, kata hatiku. Ya Allah, itu Bapak.

Pagi itu Amelia belum menyadari sepenuhnya yang tengah terjadi.

Bunyi rentetan tembakan membangunkan tidurnya. Mata ayahnya yang telah terpejam saat terakhir kali dilihat.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help