BangkaPos/

Kisah Achmad Yani Kecil Ditempeleng Serdadu Belanda Sampai Jatuh Karena Bela sang Ayah

Melihat ayahnya dimaki-maki Belanda, anak kecil itu berontak dan memaki-maki Belanda itu habis-habisan. Karena marahnya si Belanda

Kisah Achmad Yani Kecil Ditempeleng Serdadu Belanda Sampai Jatuh Karena Bela sang Ayah
Ist

BANGKAPOS.COM--Waktu itu Jenderal Yani mau mengadakan inspeksi ke Yogyakarta.

Menurut rencana kapal terbang akan berangkat dari Kemayoran jam 2 siang. Tapi telah lewat pukul 2 awak pesawat belum juga lengkap.

Baru ada satu penerbang yaitu kapten pilot Rustamaji dan seorang teknikus sedangkan pilot pembantu dan navigator belum datang.

Mengadakan penerbangan tanpa navigator dan kopilot tentulah amat berbahaya. Tapi Pak Yani tetap berpegang pada rencana semula agar datang di Yogyakarta tepat pada waktunya.

Maka Pak Yani berkata pada kapten Rustamaji, "Bagaimana, berani berangkat sekarang juga?"

Dijawab, “Sanggup.” Tatapan Pak Yani dan kepribadiannya yang tenang, penuh kepercayaan, ketegasan dan optimisme berjangkit pada seluruh rombongan yang tadinya merasa takut dan was-was.

Kapal terbang jadi berangkat dengan awak pesawat yang tidak lengkap. Salah seorang ajudan Pak Yani duduk dicockpit untuk sekedar menolong kapten pilot - sekedar, sebab sang ajudan sama sekali tak tahu menahu tentang soal penerbangan dan hanya sekedar melakukan hal kecil-kecil atas instruksi kapten pilot.

"Petualangan" ini berhasil baik. Kapal terbang mendarat dengan selamat di lapangan terbang Adisucipto.

Tegas, tenang, penuh kepercayaan diri, dan optimisme yang menular ke seluruh staf dan anak buahnya – itulah antara lain sifat-sifat Pak Yani yang sangat mengesan pada rekan-rekan dan bawahannya.

Salah seorang bekas ajudan Pak Yani bercerita, "Entah bagaimana, saja merasa penuh gairah kerja sejak saja dekat dengan Pak Yani. Instruksi beliau jelas, tegas dan hanya diberikan dalam garis-garis besarnya saja. Selebihnya diserahkan penuh kepada inisiatif dan pemikiran saya. Saya merasa mendapat kepercayaan penuh dan karenanya selalu berusaha untuk tidak mengecewakan harapannya.”

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help