Gubuknya Dibongkar, Nek Suryati Hanya Bisa Pasrah

Pengakuan Nek Suryati bahwa penghasilan yang diperoleh sehari sekitar Rp 100.000 pada saat hari Sabtu dan

Gubuknya Dibongkar, Nek Suryati Hanya Bisa Pasrah
Bangkapos/agus nuryadhyn
Nek Suryati saat mengemas sisa kayu yang dibongkar untuk di bawa pulang 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nek Suryati mengalami nasib yang sama dengan warga lainnya membangun bangunan di Kuala Jembatan Emas.

Sejak pagi hari warung gubuknya yang berada di pinggir pantai Kuala Jembatan Emas dibongkar.

Bersama dengan warga lainnya, Nek Suryati memotong kayu sisa bangunan gubuk untuk di bawa pulang.

"Baru sekitar setahun kami bangun dilokasi ini," ujar Nek Suryati saat ditemui, Jumat (22/9/2017).

Dengan dibongkarnya gubuk yang dibuatnya sekitar setahun lalu, menurut Nek Suryati merka pasrah dan hanya ikut saja.

"Ngikut bailah kami , dan kami sendiri yang bongkar dan dibantu Satpol PP," ungkapnya.

Pengakuan Nek Suryati bahwa penghasilan yang diperoleh sehari sekitar Rp 100.000 pada saat hari Sabtu dan Minggu.

"Kami hanya jual empek-empek dan kemplang serta minuman ringan kopi ," jelas Nek Suryati yang tinggal di Pangkalarang Pangkalpinang. (rya)

Penulis: agusrya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help