Kawasan Ekonomi Khusus Harus Terakomodir Dalam Perda Zonasi

Nanti kita sampaikan lagi keprovinsi yang mengelolanya provinsi kita hanya mengumpulkan data memfasilitasi itu

Kawasan Ekonomi Khusus Harus Terakomodir Dalam Perda Zonasi
Bangkapos/Nurhayati
Ahmad Sapran 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Bangka sejauh ini masih menghimpun data untuk membentuk peraturan daerah (perda) zonasi yang merupakan kewenangan Pemerintah Priovinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Diakui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Ahmad Sapran tinggal sedikit lagi data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum masuk.

"Nanti kita sampaikan lagi keprovinsi yang mengelolanya provinsi kita hanya mengumpulkan data memfasilitasi itu," jelas Sapran kepada bangkapos.com, Jumat (22/9/2017) di Dinas Perikanan Kabupaten Bangka.

Dia tidak bisa memperkirakan kapan perda zonasi bisa terbentuk karena tergantung kepada Pemprov Babel.

Dalam hal ini Pemkab Bangka hanya sebagai mengumpulkan bahan yang diperlukan oleh pemprov selengkap mungkin.

Mengenai adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Bangka terutama sekitar Lintas Timur hingga Tanjung Pesona menurut Sapran, KEK tersebut harus diakomodir dalam perda zonasi.

Disinggung apakah di KEK harus bebas pertambangan, Sapran mengatakan, tergantung Tim Perda Zonasi Pemprov Babel.

"Kalau menurut saya iya. Kalau pariwisata dengan perikanan tidak bertentangan, bisa sejalan. Misalnya konservasi perairan untuk dijadikan sumber daya ikan dijadikan objek wisata bahari bisa tapi kalau tambang dengan perikanan tidak bisa dia. Memang harus memilih milih tambang atau perikanan?" jelas Sapran.

Untuk penyusunan perda zonasi sejauh ini diakuinya belum ada kendala karena baru pengumpulan data, diujung pembahasan nanti jika ada kepentingan yang kurang terakomodir atau kurang memuaskan baru muncul.

"Penyusunan perda tersebut yang tahu persisnya provinsi kalau kita menyediakan data atau input bahan. Kemarin sudah untuk kedua kita masih menunggu ada beberapa yang belum lengkap," kata Sapran.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved