Pembuatan Siring dan Pengaspalan Jalan Nasional Belinyu Terkendala Dua Bangunan Ini

Kedua, siring dan pengaspalan belum bisa dilaksanakan, karena terkendala gudang PT Timah di Komplek Perkantoran Unit Laut Bangka

Pembuatan Siring dan Pengaspalan Jalan Nasional Belinyu Terkendala Dua Bangunan Ini
Bangkapos/Riyadi
BELUM BISA DIKERJAKAN -- Dalam pelaksanaan pelebaran jalan nasional di Belinyu tahun 2017, terkendala dua titik bangunan, yakni pagar Koramil Belinyu dan Gudang PT Timah di Komplek Kantor Unit Produksi Laut Bangka (UPLB) di Belinyu. Tampak bangunan siring dan pengaspalan belum bisa dilaksanakan, karena terkendala bangunan Gudang PT Timah di UPLB Belinyu. Foto Jumat (22/9/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembangunan siring dan pengaspalan ruas jalan raya nasional mulai dari Jalan Mayor Syafri Rahman-Tanjung Gudang Belinyu, kini hampir rampung.

Namun dalam pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional itu, ada bagian yang belum bisa digarap, yakni pembuatan siring jalan yang masih terkendala dua titik bangunan.

Dua titik bangunan yang terkena proyek pelebaran jalan tapi belum bisa dikerjakan baik untuk siring maupun pengaspalan, pertama di Koramil Belinyu, siringnya belum bisa dibangun, karena terkendala bangunan pagar.

Kedua, siring dan pengaspalan belum bisa dilaksanakan, karena terkendala gudang PT Timah di Komplek Perkantoran Unit Laut Bangka (ULB) Belinyu.

Di dua titik tersebut, siringnya belum dibangun, karena antara pihak Satker pelaksana program pelebaran jalan, pemda dan pihak pemilik bangunan, dikabarkan masih melakukan proses koordinasi.
Pengawas Proyek Pelebaran Jalan Nasional Belinyu Massuri mengungkapkan, mengenai hal itu, sekarang belum ada penyelesaian, masih dalam proses.

"Kabarnya, katanya Satker sudah ketemu untuk koordinasi dengan kedua belah pihak (dengan pihak TNI AD dan PT Timah), tapi belum ada penyelesaian," kata Massuri kepada bangkapos.com, Jumat (22/9/2017).

Massuri berharap, dukungan semua pihak, agar dua titik yang belum dibangun siring dan di aspal dalam pelebaran jalan nasional di Belinyu tersebut, bisa segera diselesaikan prosesnya oleh pihak-pihak terkait.

Jangan sampai, pembangunan siring di depan Kantor Koramil dan pengaspalan serta pembuatan siring di bangunan gudang PT Timah Belinyu tersebut, menjadi tertunda pekerjaannya.

"Maksud saya agar diselesaikan segera, sehingga pekerjaan bisa selesai di satu tahun anggaran, jangan sampai tertunda di tahun berikutnya, kalau sampai tertunda, kan malah dua kali kerja," jelas Massuri.
Danramil Belinyu Kapten (Inf) Arif Nurahman mengatakan, pada dasarnya pihak TNI AD terbuka mengenai hal itu.

"Itu (pembuatan siring dalam pelebaran jalan nasional yang di bangunan pagar Koramil Belinyu), belum dikerjakan, lha kami kan sudah beberapa kali menyampaikan, agar pihak Satker koordinasi dan melakukan pembicaraan dengan atasan, pimpinan kami di TNI AD, semua itu ada prosedurnya dan itu bisa dibicarakan bersama, tapi pihak Satker juga belum ada kabarnya untuk koordinasi dengan atasan kami di TNI AD," jelas Arif.

Dikatakan Arif, juga sudah beberapa kali menyampaikan ke pihak Satker, agar menemui atasan, pimpinan, karena itu (pagar Koramil Belinyu) adalah aset TNI AD.

"Pada dasarnya kami terbuka kok, dalam aturannya juga nggak ada ganti rugi, yang ada yaitu ruislag, kalau kami disini (di Belinyu) hanya sebagai pengguna," jelasnya.

Wartawan bangkapos.com masih berupaya konfirmasi ke Wirtsa Firdaus yang membidangi Aset PT Timah dan konfirmasi ke Kepala Unit Produksi Laut Bangka (UPLB) Belinyu Azhar, terkait hal tersebut.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved