KKN Mahasiswa STIH Pertiba Diisi Penyuluhan Perlindungan Anak dan Kekerasan Rumah Tangga

Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan kuliah kerja nyata Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pertiba Pangkalpinang.

KKN Mahasiswa STIH Pertiba Diisi Penyuluhan Perlindungan Anak dan Kekerasan Rumah Tangga
Istimewa
Kegiatan KKN mahasiswa STIH Pertiba di Desa Kerakas, Kecamatan Sungaiselan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 14 orang mahasiswa yang tergabung dalam kelompok VIII melakukan penyuluhan hukum di Desa Kerakas, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah.

Sosialisasi dengan topik perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga ini disampaikan oleh Attena mahasiswi jurusan pidana yang juga berprofesi sebagai Polisi Wanita di Polda Babel.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan kuliah kerja nyata Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pertiba Pangkalpinang.

KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil setiap mahasiswa sebagai prasyarat untuk menjadi sarjana.

Bobot KKN ini sendiri ada 4 SKS.

Hal itu dikemukakan Syafri Hariansah selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN STIH Pertiba Pangkalpinang.

"Saya ingin menyampaikan bahwa ada perbedaan perspektif KKN yang dilakukan oleh STIH dengan perguruan tinggi lainnya. Pertama KKN STIH mengedepankan 3 prinsip penting tridharma perguruan tinggi, khususnya pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. saya pribadi menyadari selain memberikan perkuliahan di kelas pergguran tinggi moderen dituntut juga untuk mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi, atau pendistribusian informasi-informasi penting lainya," jelas Syafri melalui rilis yang disampaikan kepada bangkapos.com, Sabtu (23/9/2017).

Kedua, menurutnya, penelitian sebagai poin penting yang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab perguruan tinggi itu sendiri.

"Penelitian yang kami lakukan harus menjawab persoalan-persoalan penting yang terjadi di masyarakat, saya pribadi tentunya berharap melalui kajian akademis dan penelitian komprehensif STIH Pertiba dapat memberikan rekomendasi ilmiah kepada pemerintah daerah," lanjut kandidat doktor ilmu hukum Universitas Ankara, Turki itu.

Rekomendasi itu untuk menyelesaikan persoalan yang timbul atau mendorong pemerintah untuk mengoptimalisasikan setiap potensi yang ada.

Hadirnya mahasiswa di masyarakat secara fisik dan pemikiran merupakan implementasi dari unsur pengabdian kepada masyarakat.

"Saya selalu berpesan kepada mahasiswa bahwasanya pengujian keilmuan itu dilakukan oleh masyarakat bukan hanya pada kampus, jadi sangat penting untuk mengerti dan memahami pelajaran itu sendiri," ungkap Syafri.

Kegiatan KKN mahasiswa STIH Pertiba.
Kegiatan KKN mahasiswa STIH Pertiba. (Istimewa)

"Mahasiswa/i kami tidak tinggal di desa, namun kami hadirkan posko dan klinik hukum yang setiap hari bisa di akes oleh masyarakat. Tentu saja kami berbaur dengan masyarakat, mahasiswa/i kami membantu perangkat desa di kantor desa, memberishkan objek vital di desa seperti masjid klinik kesehatan sekolah dan tempat lainnya sebagai tanggung jawab sosial mereka di desa," terangnya.

"Saya pribadi berharap STIH Pertiba mampu menjawab tantangan sosial sebagai kampus terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan memberikan sentuhan-sentuhan akademis di setiap lini kehidupan masyarakat," tutupnya.

Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help