BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Tradisi Cukuran Massal Rambut Bayi di Kelurahan Kenanga, Promosi Wisata yang Perlu Dilestarikan

Tradisi cukuran massal rambut bayi usai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, digelar Panitia Peringatan 1 Muharram Kelurahan Kenanga

Tradisi Cukuran Massal Rambut Bayi di Kelurahan Kenanga, Promosi Wisata yang Perlu Dilestarikan
bangkapos/nurhayati
Tradisi cukuran massal rambut bayi di Kelurahan Kenanga 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Tradisi cukuran massal rambut bayi usai peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, digelar Panitia Peringatan 1 Muharram Kelurahan Kenanga, Sabtu (23/9/2017) di Masjid Al Mu'minun Kenanga.

Sebanyak 63 bayi yang rambutnya dicukur digendong orang tua atau kerabatnya dengan membawakan satu butir kelapa kuning yang tertuliskan nama sang anak serta peralatan cukur rambut yakni gunting.

Prosesi cukur rambut bayi diawali dengan pembacaan zikir, sholawat dan pembacaan kitab barzanji. Selesai pembacaan barzanji barulah prosesi cukur rambut dilaksanakan diiringi dengan pembacaan marhaban.

cukur rambut bayi

Para tokoh masyarakat Kelurahan Kenanga dan para Anggota PKK Kabupaten Bangka yang hadir satu persatu mencukur rambut dan mengusap kepala sang bayi.

Tradisi cukuran massal rambut bayi ini setiap tahun selalu diadakan masyarakat Kelurahan Kenanga.

Bayi-bayi yang dicukur rambutnya tidak hanya dari kalangan masyarakat Kenanga tetapi juga dari berbagai daerah seperti Kabupaten Bangka hingga luar daerah seperti dari Bandung.

Diakui Anggota DPRD Kabupaten Bangka Firdaus Djohan yang juga Tokoh Masyarakat Kenanga, tradisi cukur rambut bayi massal ini merupakan tradisi turun temurun yang sudah puluhan tahun dilaksanakan masyarakat Kelurahan Kenanga usai Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram.

"Tradisi ini sudah berlanjut puluhan tahun tinggal kami meneruskan bahwa ini juga harus dipertahankan karena ini budaya dan siar Islam. Tidak hanya diikuti dari Kenanga saja sampai dari Bandung ada, Bangka Tengah, Pangkalpinang, Sungailiat, sekeliling kita ini ikut dimana dari tahun ke tahun semakin semarak," ungkap Firdaus kepada bangkapos.com.

Menurutnya tradisi cukuran massal rambut bayi di Kelurahan Kenanga ini sebagai promosi budaya yang perlu dilestarikan.

Oleh karena itu ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka ikut andil dalam melaksanakan prosesi cukuran massal rambut bayi di Kelurahan Kenanga.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help