BangkaPos/

Dini Lestari Terbaring Lemah Akibat Komplikasi Paru-paru, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Pria tersebut adalah Jono orangtua dari Dini Lestari (12) penderita komplikasi paru-paru yang saat ini hanya dapat terbaring lemah.

Dini Lestari Terbaring Lemah Akibat Komplikasi Paru-paru, Butuh Uluran Tangan Dermawan
bangkapos.com/Evan Saputra
Dini Lestari terbaring didampingi Misnah ibu kandungnya ‎dikediaman Desa Terak, Bangka Tengah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Siang itu ditempat cetak batako di Desa Mangkol, Bangka Tengah (Bateng) seorang pria paruh baya sedang sibuk mengangkut batako ke dalam bak truk, Minggu (24/9/2017).

Pria tersebut adalah Jono orangtua dari Dini Lestari (12) penderita komplikasi paru-paru yang saat ini hanya dapat terbaring lemah.

Tanpa banyak perbincangan saat bangkapos.com datang ketempat itu, Jono langsung mengantarkan kekediamannya di Desa Terak yang jaraknya sekitar 10 menit dari tempat ia bekerja.

Sesampainya di Desa Terak tempat kediamannya, sebuah rumah mungil semi permanen, berdindingkan papan, dan berlantaikan semen, seorang wanita yang tak lain ialah Dini, terbaring lemah dengan kondisi fisik yang sangat kurus.

Ia hanya baring beralasan ambal dan beberapa buah bantal sebagai penopang tubuhnya yang lemah tak berdaya karena tak dapat bergerak lagi.

Kondisi rumah nampak kosong, tak ada prabotan semisal lemari dan tempat tidur yang layak. Dirumah ini hanya terdapat sebuah televisi berukuran tak lebih dari 14 inci yang terletak diruang tengah.

Tak lama duduk dirumah tanpa banyak suara, Jono berpamitan untuk kembali ke tempat cetak batako untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai buruh harian, dan kuli pikul batako.

Dini Lestari kini harus terbaring dirumah setelah mengalami sakit semenjak tujuh bulan terakhir karena komplikasi. Kondisi pelajar kelas VI SD ini sangat memprihatinkan karena fisiknya kini nampak sangat kurus.

Dini tak dapat lagi bermain dengan teman-temannya disekolah. Keceriaan yang selama ini terpancar dari Dini kita sirna karena sakit yang terus menggrogoti tubuhnya.

Dirumah yang sangat sederhana, dengan dinding papan, triplek, dan lantai semen Dini tak dapat bergerak. Bahkan untuk ke kamar mandi harus di gendong oleh orangtuanya.

Halaman
123
Penulis: Evan
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help