BangkaPos/

Harga Karet Masih Rendah, Petani Toboali Berharap Perda Karet Tidak Ngaret

Harga getah karet di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan hingga saat masih rendah berkisar Rp 3.500 sampai Rp 4.000

Harga Karet Masih Rendah, Petani Toboali Berharap Perda Karet Tidak Ngaret
ist
Ketua DPRD Babel, Didit Serigusjaya berdialog bersama masyarakat Desa Namang, Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga getah karet di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan hingga saat masih rendah berkisar Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per Kilogramnya.

Kondisi rendahnya harga karet, sudah di alami para petani sejak bulan April lalu, tidak sedikit dari para petani yang mengeluhkan mengenai kondisi harga karet saat ini.

Sebagian dari mereka juga menyinggung mengenai Perda penyangga harga karet yang di buat oleh pihak DPRD Provinsi Babel, apakah bisa bermanfaat dan membantu para petani karet di daerah Bangka Selatan nantinya.

Imran (35) petani karet asal Desa Gadung Toboali mengatakan, bahwa menurutnya harga karet saat ini masuk dalam harga paling rendah yang pernah di alami oleh para petani yakni Rp 3.500.

Ia mengharapkan agar Perda karet nantinya bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar untuk membantu kesulitan petani saat ini.

"Ya semogalah Perda karetnya, tidak ngaret, dan bisa membantu menaikan harga karet di petani, karena sampai saat ini masih rendah perkilonya,"ujar Imran kepada wartawan, Minggu (24/8/2017)

Imran menambahkan bahwa, penyebab rendahnya harga kareta, karena para penampung karet beralasan memiliki banyak stok karet yang membuat harga menjadi murah.

"Alasan kolektor, karena barang sedang numpuk di gudang jadi harganya murah, padahal bila harganya masih Rp 7000 dulu, sudah lumayan, kalau seperti ini terus bisa krisis kita,"ujarnya

Dimana pernah diberitakan sebelumnya, solusi jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan petani karet di Babel disaat harga terpuruk adalah Perda no 1 tahun 2017 tentang penyangga harga karet.

Ketua DPRD Babel Didit Sri Gusjaya pernah mengatakan bahwa tugas DPRD Babel sudah selesai saat mengesahkan perda No 1 tahun 2017 tentang penyangga karet.

Ia menjelaskan bahwa di prediksi paling lama Perda bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 mendatang.

Sementara untuk masalah besaran anggaran yang akan digunakan untuk mengimplementasikan, ia mengajak berbagai pihak untuk duduk bersama dalam menyelesaikannya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help