Perubahan Status STAIN Jadi IAIN, Tim Dari Pusat Kunjungi STAIN SAS

Perubahan ini sangat diperlukan, apalagi setiap tahun minat masyarakat semakin baik. Tahun ini naik 100 persen

Perubahan Status STAIN Jadi IAIN, Tim Dari Pusat Kunjungi STAIN SAS
Bangkapos/Nordin
Visitasi STAIN SAS ke IAIN di kampus STAIN SAS Babel, Minggu (24/9) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tidak akan lama lagi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung akan berubah Menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Tepatnya pada Minggu (24/9), tim visitor dari kementrian pusat telah melakukan kunjungan ke STAIN, kemudian melakukan berbagai hal termasuk FGD hingga melihat langsung fasilitas yang ada.

Tampak hadir Hanung Cahyono asisten deputi bidang pembangunan manusia dan kebudayaan kementrian sekretais negara, Dyah Ariyanti kepala bidang agama, pendidikan, riset, dan tekhonlogi kementriansekretaris negara, Deriansyah RS kepala subbidang agama dan pendidikan kementrian sekretaris negara, Mujibuda'wah kasubid harmonisasi peraturan penganggaran PNBP Ditjen anggaran kemenkeu dan Afrizal Zen biro ortala kementrian agama.

Dalam sambutannya, ketua STAIN Dr. Zayadi menerangkan, bukan tidak mungkin transformasi STAIN ke IAIN tahun ini terwujud.

Karena sejak tahun lalu berkas akademik telah berada di kementrian aparatur negara.

Minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan di STAIN SAS semakin tinggi, setiap tahunpun jumlah mahasiswa yang mendaftar semakin meningkat.

"Perubahan ini sangat diperlukan, apalagi setiap tahun minat masyarakat semakin baik. Tahun ini naik 100 persen jika dibandingkan tahun kemarin," sebut Zayadi kepada bangkapos.com, Minggu (24/9)

Dia menceritakan, perjuangan ini dimulai 2014 silam. Diawali dengan pembentukan kepanitiaan dan naskah akademik.

Lalu berlanjut ke tahun berikutnya. Di 2016 naskah tersebut kemudian diserahkan ke kementrian pemberdayaan aparatur negara.

"Sebetulnya bukan hanya STAIN SAS yang melakukan hal yang serupa, tercatat ada tujuh lainnya. Diantaranya adalah STAIN Pare-pare Sulawesi Selatan, Curup Bengkulu, Jayapura Papua, Pemekasan, dan lainnya," terang Zayadi.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved