Ini Kata Wiranto Soal Pembelian 5.000 Pucuk Senjata Api

BIN membeli senjata dari PT. Pindad sebanyak 500 pucuk, dan dalam pembeliannya, kata Wiranto memang tidak butuh izin dari Mabes TNI.

Ini Kata Wiranto Soal Pembelian 5.000 Pucuk Senjata Api
Kristian Erdianto
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat ditemui di gedung Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut adanya miskomunikasi sampai Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengeluarkan pernyataan ada institusi lain di luar TNI yang hendak memasukan senjata ke Indonesia.

Dalam konfrensi pers di kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017), Wiranto mengatakan pihak lain yang dimaksud Panglima TNI, adalah Badan Intelijen Negara (BIN).

BIN membeli senjata dari PT. Pindad sebanyak 500 pucuk, dan dalam pembeliannya, kata Wiranto memang tidak butuh izin dari Mabes TNI.

"Dari penjajakan dan penelitian yang kami lakukan, maka pembelian senjata dari Pindad yang bukan standar TNI itu, memang tidak perlu minta izin ke Mabes TNI, tapi cukup dari Mabes Polri, dan itu sudah dilakukan," ujar Wiranto.

Wiranto yang juga merupakan mantan Panglima TNI itu, menyebut pembelian senjata untuk keperluan sekolah BIN sebanyak 500 pucuk tersebut, juga tidak perlu mengantongi izin dari Presiden RI Joko Widodo.

Presiden, kata Wiranto, tidak perlu terlibat dalam proses itu.

Panglima TNI mengeluarkan pernyataan tersebut saat menyampaikan sambutan di sebuah acara yang juga dihadiri oleh Menkopolhukam, di Mabes TNI, Jumat kemarin, (22/9/2017).

Gatot Nurmantyo menyebut ada pihak di luar TNI, yang hendak memasukan 5000 pucuk senjata, dengan mencatut nama Presiden.

Wiranto mengakui pernyataan Panglima TNI itu telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia juga mengakui pernyataan tersebut berpotensi membuat masyarakat berpikir adanya kekuatan lain di luar TNI-Polri, yang hendak membangun kekuatan di dalam negeri.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help