BangkaPos/

Komisi I DPRD Fokus Program Natak Kampung Turun Langsung Ke Kabupaten-Kota

Dengan turun langsung ke kabupaten kota maka permasalahan masyarakat dapat diketahui lebih nyata, karena semua pembangunan di mulai dari Desa.

Komisi I DPRD Fokus Program Natak Kampung Turun Langsung Ke Kabupaten-Kota
Humas DPRD Babel
Komisi I DPRD Provinsi Bangka Belitung saat 'Natak Kampung'. 

DESA Simpang Yul Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu desa tujuan yang menjadi pilihan Komisi I DPRD Provinsi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya di bidang Pemerintahan.

Saat ini Komisi I berkonsentrasi dengan program kerjanya “NATAK KAMPUNG”. Dengan turun langsung ke kabupaten kota maka permasalahan masyarakat dapat diketahui lebih nyata, karena semua pembangunan di mulai dari Desa.

Sabtu (23/09), Adet, SH, MH bersama anggota komisi I bersilahturahmi dengan Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Simpang Yul. Diharapkan pemerintahan serta perekonomian di desa ini dapat lebih meningkat, dan diharapkan BumDes dapat berperan untuk mengelola potensi desa yang ada. Karena Desa yang berkualitas harus didukung oleh perekonomian yang baik pula, tutur Adet pada pertemuan yang dihadiri Kades Simpang Yul, Faturohim.

Beberapa permasalahan disampaikan tokoh masyarakat dalam ke­sempatan ini. Diantaranya keluhan tentang jembatan penghubung Desa Kamat - Kelumbi dan Desa Kamat - Tempilang. Karena ini menjadi kewenangan Kabupaten, akan dilakukan koordinasi lebih lanjut.

Tetapi untuk mengatasi perihal ini, juga diharapkan adanya proposal yang diajukan dari Desa Simpang Yul sehingga Komisi I dapat membantu usulan perbaikan jembatan melalui Dana Daba Provinsi.

Tak kalah pentingnya, Ketua DPD Simpang Yul, Sian mengeluhkan platdeker yang ada jika saat hujan airnya menggenang dan masuk ke Masjid. Dika­renakan jalan ini adalah kewenangan provinsi maka akan diupayakan anggaran perbaikannya di Tahun 2018, ujar Adet.

Selain itu, kendala berkomunikasi dan penggunaan teknologi informasi juga dirasakan di Desa ini, yaitu susahnya jaringan telekomunikasi pada handphone. Anggota Komisi I, Ferdiyansyah juga mengeluhkan hal ini pada saat pertemuan.

Menanggapinya, Politisi PKS Dapil Bangka Barat, Bong Ming Ming menegaskan Komisi I akan berkoordinasi dengan beberapa provider yang ada di Babel untuk bisa membantu dengan mengupa­yakan jaringan telepon dan internet agar bisa masuk ke desa yang terkendala signalnya, karena kedepan semua desa diharapkan sudah menerapkan sistem data online yang terkoneksi lansung ke Provinsi. Ini adalah salah satu tujuan Program Kerja Natak Kampung Komisi I.

Komisi I sangat me­ngapresiasi masukan yang disampaikan masyarakat. Diharapkan SDM dan SDA yang ada di Desa Simpang Yul ini bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki. Juga disampaikan oleh Adet, dalam waktu dekat Komisi I akan bertandang ke Kemendes RI bersama perwakilan beberapa Kepala Desa agar bisa berkoordinasi dan mendapatkan solusi me­ngenai tata kelola keuangan desa yang masih banyak dikeluhkan oleh perangkat desa.

Pada akhir pertemuan, Komisi I yang diwakili oleh Ferdiyansyah mensosia­lisasikan pada masyarakat terutama para orang tua untuk lebih berhati - hati dalam me­ngawasi pergaulan anak karena maraknya peredaran obat terlarang saat ini. (adv/may/Utari-Pranata humas)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help