Orang Ini Yakin Operasi Intelijen Asing Adu Domba Panglima TNI, Kepala BIN, Kapolri

Masyarakat harus bijak sebelum menyebar kabar di media sosial karena ada upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh.

Orang Ini Yakin Operasi Intelijen Asing Adu Domba Panglima TNI, Kepala BIN, Kapolri
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Polri Tito Karnavian 

 Dia meyakini pihak asing ingin menciptakan kegaduhan agar pembangunan di Indonesia terganggu.

"Masyarakat dibuat tidak tenang oleh isu isu sehingga resah dan tidak percaya pada pemerintah, ini sangat berbahaya, " katanya.

 Dia menilai respon Menkopolhukam dalam menenangkan suasana sudah tepat dan terukur.

"Kalau setelah ini terus memanas, pasti ada kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia akur, rukun dan damai, " kata Ridlwan.

 Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu menghimbau masyarakat umum agar bijak sebelum menyebar kabar di media sosial.

"Bangsa ini kuat kalau bersatu, kita akan hancur jika dipecah belah dan diadu domba. Indonesia musti bersatu, " katanya.

 Dia menambahkan masing masing institusi intelijen punya tugas dan kewenangan sendiri sendiri.

"Intelijen TNI adalah intelijen tempur untuk kepentingan military intelligence. Tugasnya adalah memastikan pertahanan nasional kuat dari kemungkinan serangan pihak asing, berapa kekuatan senjata Singapura, berapa kapal selam Australia, itu salah satu contoh tugas intelijen tempur, " katanya.

 Ridlwan mengingatkan bahwa dalam tugas intelijen berlaku single user atau pengguna tunggal.

"Intelijen negara usernya adalah Presiden. Baik itu yang berdinas di intelijen militer /Bais maupun intelijen Polri dan intelijen BIN sama sama bertanggungjawab pada satu pengguna yakni Presiden," katanya.

(Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved