BangkaPos/

Usai Ketahuan Selingkuh di Facebook, Istri Terkena Azab

Perkembangan teknologi saat ini makin mempermudah setiap orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Usai Ketahuan Selingkuh di Facebook, Istri Terkena Azab
facebook

Suamiku pun bahagia sebab menonton diriku tidak bosan menjaga anak di rumah. Sebulan mengetahui facebook, aku mekualitas tidak ada yang istimewa pada jaringan sosial ini.

Tetapi, seusai mengetahui chat (ngobrol), aku mulai menikmatinya. Apalagi tidak sedikit yang ingin berkenalan denganku.

Baik itu laki-laki, maupun ibu-ibu. Wajahku terbukti ayu. Kulitku putih bersih. Sekarang usiaku kurang lebih 34 tahun. Aku memasang gambar profil yang lumayan hebat di facebook.

Mungkin ini yang membikin tidak sedikit orang yang berminat untuk berkenalan lebih jauh denganku.

Dari sekian tidak sedikit lelaki yang menyapa aku di facebook, ada berbagai lelaki yang mengaku berminat kepadaku. Mesikipun saat itu aku berbicara bahwa aku telah punya anak dan suami. Sehingga, mereka tidak layak untuk menyukaiku.

Awalnya aku bertekad untuk tidak tergoda dengan bujuk rayu sejumlah lelaki di facebook. Tetapi, seusai aku mengetahui Salam (samaran), semuanya berubah.Salam merupakan salah satu pejabat di perusahaan BUMN di Sulsel. Salam betul-betul sanggup menggoyahkan imanku.

Bahasanya yang santun, dan caranya ia memerhatikanku di facebook telah membikin hati ini luluh.Setiap hari kami ngobrol lewat facebook.Bahkan kami saling bertukar pikiran mengenai rumah tangga kami masing-masing. Ya boleh dibilang kami saling curhat-curhatan.

Dari sinilah perasaan aneh muncul, baik saya maupun Salam. Akhirnya, Salam menyebutkan sayangnya lewat chat dan ingin berjumpa denganku.
Aku yang sejak awal telah berminat dengan Salam tidak sanggup menolaknya.

Tetapi, aku tetap malu-malu menyebutkan suka kepadanya.
Seusai sekian bulan hanya chat di facebook, kami pun sepakat untuk berjumpa. Kami kemudian melakukan pertemuan di salah satu restoran di bilangan Makassar bagian barat. Saat itu Salam datang seorang diri, sementara aku mengangkat anak bungsuku.

Mesikipun, aku menyukainya, aku tidak ingin pertemuan kami memunculkan fitnah. Perasaanku deg-degan saat berjumpa dengan Salam. Ia pun menyapaku dengan suara berat.

Halaman
1234
Editor: edwardi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help