BangkaPos/

Pangkalpinang Berpeluang Juarai Lomba Asuhan Mandiri dan Toga Tingkat Nasional

Untuk itu, lanjut Ristum tim penilaian dari pemerintah pusat datang ke Kota Pangkalpinang untuk melakukan verifikasi langsung apakah

Pangkalpinang Berpeluang Juarai Lomba Asuhan Mandiri dan Toga Tingkat Nasional
ist
Tim penilaian dari pemerintahan pusat ketika melakukan penilaian terhadap kelompok Belimbing Wuluh Kelurahan Kacang Pedang dalam perlombaan Asuhan Mandiri, Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur tingkat nasional. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Setelah memenangkan juara satu tingkat Provinsi. Kelompok Belimbing Wuluh yang mewakili Pangkalpinang dalam perlombaan  Asuhan Mandiri, Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur secara administrasi berpeluang menjadi juara satu tingkat nasional.

" Setelah keluar sebagai pemenang tingkat Provinsi, Kelompok Belimbing Wuluh yang beralamat di Kacang Pedang, Gang Tiung RT 06 RW 02 Kota Pangkalpinang, meraih nilai tertinggi sebesar 2.663 poin tertinggi dibandingkan dari 12 Provinsi lain. Sehingga peluang menjadi juara satu sangat besar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Ristum, Selasa (26/09/2017).

Untuk itu, lanjut Ristum tim penilaian dari pemerintah pusat datang ke Kota Pangkalpinang untuk melakukan verifikasi langsung apakah yang dipaparkan di kementerian sesuai dengan fakta di lapangan.

Tim verifikasi lomba pemanfaatn Toga dan Akupresur saat melihat hasil dari kegiatan yang dilakukan Kelompok Belimbing Wuluh Kelurahan Kacang Pedang Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang
Tim verifikasi lomba pemanfaatn Toga dan Akupresur saat melihat hasil dari kegiatan yang dilakukan Kelompok Belimbing Wuluh Kelurahan Kacang Pedang Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang (Bangkapos/Agus N)

" Tim penilaian ini, akan menilai langsung bukan hanya satu rumah saja. Tetapi satu RT. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan nilai yang sudah ada dan resmi meraih peringkat satu nasional," ucapnya.

Dalam penilaian ini, lanjut Ristum, Pangkalpinang bersaing dengan perwakilan dari Bali, Sulawesi Tengah dan Riau. Pada dasarnya pihaknya sangat mendukung.

" Penilaian juga bukan penanaman pohon atau tanaman obat saja, tetapi apa hasil produk atau hasil olahan dari tanaman tersebut, serta antusias masyarakat membeli produk tersebut," ucapnya.

Tanam Tanaman Obat Di Perkarangan Rumah

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam  mengatakan tanaman obat di halaman rumah sangatlah bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan keluarga yang mandiri.

" Perlu kita ketahui pembangunan kesehatan merupakan bagian yang penting dalam pembangunan nasional. Jadi apabila kita menanam tanaman obat di perkarangan atau lingkungan rumah. Kita sudah ikut menyumbang melakukan pembangunan nasional. Minimal kalau ada keluarga sakit ringan bisa di obati secara mandiri tidak perlu ke dokter," ucapnya.

Dikatakan Ratmida, Indonesia saat ini, memiliki  3000 macam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan menjadi obat. 300 sudah digunakan untuk pemanfaatan obat secara tradisional.

" Melalui kegiatan ini,  kita harap minat masyarakat untuk menggali potensi tanaman obat lebih dalam lagi. Serta dapat memanfaatkan lahan sekecil apapun baik itu di rumah maupun di kebun untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Selain itu bisa juga meningkatkan perekonomian dengan menjualbelikan hasil olahan dari tanaman obat-obatan tersebut," harapnya.(*)

Penulis: zulkodri
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help