BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Warga Desa Keluhkan Limbah Sawit PT THEP Dibuang Ke Sungai Telang

Perwakilan Pemuda Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka mengeluhkan limbah pabrik sawit milik PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP)

Warga Desa Keluhkan Limbah Sawit PT THEP Dibuang Ke Sungai Telang
bangkapos.com/agus nuryadhyn
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit PT THEP di Kecamatan Riausilip.

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Perwakilan Pemuda Desa Puding Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka mengeluhkan limbah pabrik sawit milik PT Tata Hamparan Eka Persada (THEP) yang dibuang di Sungai Telang desa mereka.

Limbah sawit ini membuat air sungai tercemar sehingga ikan mati. Selain itu juga warga desa tidak bisa menggunakan air sungai karena sudah tercemar.

"Waktu terjadi musim hujan pas sore mereka buang limbah dari alur pabrik sawit ke Sungai Telang. Dari PT THEP dulunya PT Palmindo yang membuang limbah ke sungai sehingga banyak ikan mati," sesal Yunan dibenarkan rekannya Adnan dan Mashoed kepada bangkapos.com kepada bangkapos.com, Senin (25/9/2017) saat penanaman padi oleh Bupati Bangka H Tarmizi Saat di Desa Puding.

Kondisi ini sudah berjalan sejak tahun 2013 hingga saat ini. Bahkan menurut Adnan hampir dua ton ikan di Sungai Telang mati.

"Bulan kemarin hampir dua ton ikan mati karena tercemar limbah sawit," keluh Adnan.

Mereka sudah berkali-kali melaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka tetapi tidak ada tindakan.

Sebelumnya para pemuda Desa Puding sudah menemui pihak PT THEP dimana sudah ada perjanjian tertulis antara pihak PT THEP dengan Warga Puding untuk tidak membuang limbah ke sungai tetapi hingga kini limbah dari pabrik sawit tersebut tetap dibuang ke sungai.

Menurutnya alasan pihak PT THEP ada pipa yang bocor tetapi dari pantauan warga setiap hujan limbah dari pabrik sawit itu dibuang ke sungai.

"Berapa kali kami melapor ke BLH sampai saat ini tidak ada tindakan mungkin ada apa dibalik itu. Maksud kami tolong disampaikan ke pak bupati bahwa limbah di Puding itu marak sekali karena habitat air kita habis sampai sekarang ini. Kadang-kadang kalau mandi di sungai gatal," ungkap Adnan.

Dia minta agar limbah sawit yang busuk tidak mengalir ke sungai lagi.

Sekarang ini kondisi air sungai berbau busuk sehingga warga tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangga dan menjaring ikan.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help